Mitsubishi Xpander Laris di Luar Negeri, Dilema Bagi MMKSI

Berita Otomotif

Mitsubishi Xpander Laris di Luar Negeri, Dilema Bagi MMKSI

TANGERANG – Mitsubishi Xpander booming beberapa negara seperti Thailand, Filipina dan Vietnam hingga membuat PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dilema antara kebutuhan pasar dalam negeri dan kuota ekspor.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Hal ini karena MMKSI sendiri masih punya ‘hutang’ sebanyak 12.000 SPK Mitsubishi Xpander di Indonesia. Jumlah pesanan tersebut dikabarkan baru bisa ‘lunas’ dalam dua bulan mendatang.

Sementara itu, pasar ekspor juga membutuhkan lebih banyak unit. Inilah yang membuat MMKSI harus mencari cara agar banyaknya permintaan di pasar ekspor tersebut tidak berdampak pada stok di Indonesia.

“Mitsubishi sudah meningkatkan produksinya menjadi 10.000 unit per bulan. Dari jumlah tersebut, 30 persen di antaranya adalah untuk ekspor dan sisanya untuk domestik. Nah ini kami sedang usahakan agar jumlah ini tidak berubah. Karena di beberapa negara seperti Thailand dan Vietnam, Mitsubishi Xpander sangat booming sementara kami juga punya kepentingan untuk memperkuat pasar di sini,” tutur Imam Choeru Cahya, Head of Sales and Marketing Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

Mitsubishi Xpander mulai diekspor pada bulan April 2018 lalu dengan Filipina sebagai negara tujuan pertamanya. Ketika itu di negara tesebut Mitsubishi Xpander sudah dipesan sebanyak 3.000 unit bahkan sebelum mulai di ekspor.

Setelah melunasi ‘hutang’, Mitsubishi akan melakukan beberapa strategi guna tetap menjaga jumlah permintaan terhadap Mitsubishi Xpander. Dengan strategi tersebut diharapkan Mitsubishi Xpander masih bisa ‘bicara’ menghadapi Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang mengalami pembaruan tahun depan. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar