Mitsubishi Xpander Bersiap Hadapi Menurunnya Pembeli Emosional

Berita Otomotif

Mitsubishi Xpander Bersiap Hadapi Menurunnya Pembeli Emosional

MEDAN – Mitsubishi Xpander bersiap menghadapi ujian sesungguhnya di pasar low multi purpose vehicle (LMPV) dengan semakin berkurangnya pembeli emosional.

Imam Choeru Cahya, Head of Sales and Marketing Group PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), mengatakan bahwa di usia yang lebih dari setahun, Xpander segera menghadapi segmen konsumen sebenarnya yang membeli dengan pertimbangan fungsional. Ujian sesungguhnya bagi Xpander pun segera dimulai.

“Sekarang pasar Xpander sudah mau masuk segmen sebenarnya. Ini berbeda dengan enam bulan pertama yang lebih banyak pembeli emosional. Dalam arti, mereka sebenarnya belum butuh mobil untuk tipe ini. Tapi, dengan euforia, gaung Xpander di mana-mana mereka ingin punya. Karena itu di enam bulan pertama tipikal konsumen adalah pembeli mobil kedua, bahkan ketiga. Pembelian juga lebih banyak tunai dibanding kredit,” paparnya kepada Mobil123.com serta satu media massa lain, beberapa waktu lalu di GIIAS Medan.

Imam sendiri menilai euforia Xpander yang bertahan sekitar setahun sejak meluncur Agustus 2017 merupakan rekor. Tidak ada euforia model baru selama itu.

“Biasanya, kan, paling-paling setengah tahun. Sesudah itu biasa lagi,” ujar dia.

Pabrik Mitsubishi Cikarang, Bekasi sempat keteteran memenuhi permintaan karena baru beroperasi April 2017. Respons pasar Indonesia membuat inden Xpander sempat mencapai lebih dari setengah tahun. Sekarang, masa tunggu Xpander masih berkisar 1 – 2 bulan, tergantung varian.

Produksi Xpander terus dinaikkan secara bertahap karena permintaan pasar ekspor--yang dimulai sejak April 2018--juga positif. Rencana produksi awal ribuan unit per bulan saat ini menjadi 10 ribu unit sebulan dengan 30 persen di antaranya untuk ekspor. Pada 2020, volume itu ingin ditingkatkan lagi menjadi kisaran 13 ribu unit per bulan.

Penjualan wholesales Januari-September mencapai 60.717 unit, naik ribuan persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Xpander masih menjadi model terlaris di Tanah Air.

Bersiap Diri
Berkurangnya pembeli emosional terlihat dari berkurangnya pembeli varian tertinggi. Di saat bersamaan, pemesanan bagi varian tengah sedang naik.

Imam menjelaskan tipikal pembeli LMPV para kompetitor Xpander kebanyakan memang ada di varian tengah. Kini, varian termewah yakni Ultimate dengan varian pertengahan yaitu Exceed berkontribusi imbang, masing-masing sekitar 35 persen.

“Mungkin nanti kontribusi varian Exceed akan naik ke 40 persen-an, perkiraan saya. Untuk Ultimate mungkin sekitar 30 persen,” ujarnya.

Strategi agar permintaan tetap mampu mempertahankan level pun dirancang. Xpander kini mulai menyasar fleet.

“’Kue’ fleet ini cukup  besar. Kalau dilihat dari data Gaikindo, tahun lalu, dari total penjualan mobil 1,80 juta unit, 30 persennya ke fleet. Dari 30 persen itu, 40 persen ada di segmen MPV. Jadi dari 300 ribu unit lebih, 40 persen ada di MPV. Berarti ada lebih dari 120 ribu unit,” jabar dia.

Mitsubishi baru bisa menginjak gas penuh pada tahun fiskal 2019 karena saat ini masih punya pekerjaan rumah memenuhi inden. Pada tahun depan, dengan perkiraan pasar masih relatif stagnan, Xpander mengincar 15 – 20 persen dari 120 ribu mengandalkan varian GLX plus GLS. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar