Mitsubishi Xpander Belum Digunakan untuk Taksi

Berita Otomotif

Mitsubishi Xpander Belum Digunakan untuk Taksi

TANGERANG – Mitsubishi menegaskan bahwa pihaknya belum akan menjadikan Xpander untuk keperluan taksi.

Hal ini karena pihaknya masih harus memenuhi permintaan retail yang masih tersisa hingga 12.000 unit. Untuk itu, pilihan untuk menjadi mobil taksi dianggap masih belum memungkinkan untuk dilakukan dalam waktu dekat.

“Saat ini yang belum terkirimkan untuk pasar retail saja masih banyak. Belum lagi ada segmen fleet yang benar-benar butuh unitnya. Terus terang, banyak perusahaan yang ingin beli secara fleet Mitsubishi Xpander, tapi kami juga masih banyak pesanan belum terkirim,” tutur Imam Choeru Cahya, Head of Sales and Marketing Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

Sayang, Ia tidak menyebut perusahaan apa saja yang melakukan penawaran untuk membeli Mitsubishi Xpander secara fleet. Meski demikian, Ia tidak menampik bahwa pasar fleet di Indonesia terbilang menggiurkan.

“Kalau dari data itu terbaca. Dari 1,08 juta kendaraan 30 persennya adalah fleet yang artinya sekiar 350 ribuan. Dari jumlah tersebut, 30 persen di antaranya adalah MPV. Itu artinya ada sekitar 150 ribu unit mobil terjual secara fleet setiap tahunnya. Andai Mitsubishi penetrasi ke sana, maka ada kesempatan untuk mendapatkan pasar sebesar 15 ribu setahun. Tapi ini kami juga masih punya hutang,” tambahnya.

Imam pun menambahkan bahwa saat ini fitur Mitsubishi Xpander untuk keperluan pasar fleet disamakan dengan versi retail. Dengan demikian masyarakat tidak perlu ragu saat berkendara menggukan Mitsubishi Xpander.

Hanya saja, umumnya bila membeli secara fleet, jenis kendaraan bukanlah varian atas. Garuda Indonesia misalnya lebih memilih menggunakan Mitusbishi Xpdander tipe GLS bertrasnsmisi manual untuk menjadikannya kendaraan operasional. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar