Mitsubishi Sebut Alasan Tren Penjualan Xpander Menurun di Akhir Tahun

Berita Otomotif

Mitsubishi Sebut Alasan Tren Penjualan Xpander Menurun di Akhir Tahun

JAKARTA – Mitsubishi beralasan tren penjualan wholesales Xpander yang menurun di akhir tahun tak lepas dari pengurangan produksi yang dilakukan karena konsumennya menahan pembelian hingga awal 2019.

Imam Choeru Cahya, Head of Sales and Marketing Division Group PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menerangkan pabrik mereka di Cikarang, Bekasi yang dioperasikan oleh PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) sengaja mengurangi produksi pada November dan Desember. Mitsubishi mengklaim bahwa pada dua bulan itu banyak konsumen yang menahan pembelian Xpander hingga 2019.

“Karena biasanya orang Indonesia mempertimbangkan (pembelian) tahun depan, kan, rata-rata. Mereka menahan untuk membeli. Desember beda sebulan sudah ganti tahun. Biasanya seperti itu kami membacanya,” jelasnya.

Jika menilik data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo),  penurunan distribusi Xpander dari pabrik ke dealer tak terjadi pada November saja. Tren ini sudah terlihat mulai awal semester kedua.

Pada Juli, sebulan setelah hari raya Idul Fitri, penyaluran Xpander ke dealer berjumlah 7.570 unit. Volume tersebut turun 8,55 persen pada Agustus menjadi 6.923 unit.

Pada September, distribusinya menjadi 6.276 unit atau turun 9,35 persen jika dibandingkan sebulan sebelumnya. Kemudian, pengiriman unit ke jaringan penjualan di seluruh Indonesia pada Oktober menjadi 5.408 unit atau turun 13,83 persen. Sementara di November, volume menjadi 5.094 unit atau tereduksi 5,81 persen.

Imam, saat diwawancarai di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Medan 2018 pada awal November, sempat mengatakan bahwa Xpander, memasuki tahun keduanya, sudah mulai ditinggalkan pembeli emosional. Xpander mulai masuk kepada pembeli fungsional yang membeli karena pertimbangan lebih logis.

Pabrikan berlogo tiga berlian ini pun ingin megompensasi penurunan penjualan di sektor retail dengan masuk ke segmen fleet. Imam menjelaskan pada 2017, saat pasar otomotif mencapai 1,079 unit, kontribusi fleet mencapai 30 persen. Dan dari 30 persen itu, 40 persennya adalah kendaraan multi purpose vehicle (MPV).

Xpander meluncur pertama kali di Indonesia pada Agustus 2017 dan berhasil membukukan penjualan wholesales 13.070 unit hingga Desember tahun itu. pada Januari – November 2018, penjualannya mencapai 71.219 unit.

Di sisi lain, Xpander mulai diekspor pada April 2018 dan mendapat respons positif dari pasar luar negeri. Produksi Mitsubishi Pajero Sport di Cikarang sampai berencana dihentikan sementara pada tahun depan sampai kapasitas produksi total pabrik ditingkatkan pada 2020. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar