Mitsubishi Taksir Kerugian Hampir Rp 50 Triliun Akibat Pandemi Corona

Berita Otomotif

Mitsubishi Taksir Kerugian Hampir Rp 50 Triliun Akibat Pandemi Corona

TOKYO - Mitsubishi Motor Corporation (MMC) taksir akan alami kerugian hingga $ 3.4 miliar atau hampir Rp 50 triliun untuk tahun fiskal hingga Maret 2021 akibat pandemi Corona.

Mitsubishi (Senin, 27 Juli 2020), seperti dikutip dari Autoblog, melaporkan mengalami kerugian besar di masa pandemi Corona. Dan mulai menghitung berapa kira-kira kerugian yang akan mereka alami tahun ini hingga di awal 2021.

Laporan pertama dari kerugian adalah untuk April-Juni 2020, Mitsubishi rugi Rp $ 1.7 miliar atau sekitar Rp 26.6 triliun. Dan kondisi ini diprediksi terus terjadi sepanjang tahun fiskal 2020-2021, karena selama pandemi Corona permintaan mobil di seluruh dunia menurun tajam.

Sampai akhirnya Mitsubishi memprediksi akan alami kerugian $ 3.4 miliar atau nyaris Rp 50 triliun hingga tahun fiskal 2020-2021 berakhir di Maret 2021 akibat dampak pendemi Corona. Dan untuk diketahui bahwa MMC juga beberapa waktu mengumumkan mengalami kerugian pada tahun fiskal 2019-2020. Pada periode itu total kerugian hingga 25.8 miliar yen atau hampir Rp 3.5 triliun. 

Prediksi angka kerugian di atas termasuk terbesar yang pernah di alami Mitsubishi. Setidaknya dalam waktu sekitar 18 tahun atau dari 2002. Dan memang di masa pandemi Corona, permintaan mobil di dunia turun tajam, disebut lebih buruk dibanding krisis keuangan 2008. Belum lagi pemulihannya diperkirakan akan memakan waktu yang cukup panjang.

"Untuk membuka jalan menuju pemulihan, prioritas utama semua eksekutif adalah berbagi rasa krisis dengan karyawan untuk melakukan pengurangan biaya," kata Takeo Kato, Chief Executive Mitsubishi Motors.

Langkah Mitsubishi Selanjutnya

mitsubishi alami kerugian besar karena corona
Para petinggi Mitsubishi secara terbuka akan melakukan beberapa langkah strategis dalam kondisi krisis ini. Mereka menjanjikan akan ada perubahan haluan bisnis, mengejar pertumbuhan pasar Asia Tenggara yang memiliki profitabilitas relatif kuat dan membangun kekuatan di sistem penggerak 4 roda atau kinerja di medan off road.

Tak hanya itu, Mitsubishi juga akan meningkatkan sinergi dengan para mitra aliansinya dalam pengembangan produk. Sementara yang lainnya akan melakukan efisiensi dengan melakukan pemotongan gaji karyawan, tidak melakukan perekrutan baru hingga memberi opsi pensiun dini kepada para karyawan.

Para petinggi Mitsubishi berharap pendapatan perusahaan akan pulih di tahun fiskal berikutnya. Dan berharap Covid-19 sudah bisa dikendalikan.

Mitsubishi yang berbasis di Tokyo juga mengatakan sedang mengerjakan teknologi inovatif. Seperti meningkatkan kualitas mesin diesel mereka dan terus mengembangkan teknologi mobil listrik serta otonom.

Isu lingkungan menjadi perhatian Mitsubishi di masa mendatang. Terlebih di China yang merupakan pasar utama Mitsubishi terus memperketat standar emisi gas buang untuk kendaraan.

Mitsubishi juga berharap bahwa mitra aliansinya Renault dan Nissan juga bisa segera pulih. Terutama bisa cepat menyelesaikan masalah dengan mantan petinggi mereka Carlos Ghosn yang hingga berita ini diturunkan tak kunjung menemukan jalan keluar. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar