Meski Konsumen ‘Serbu’ Diskon PPnBM, Target Penjualan Mobil Masih Sama

Berita Otomotif

Meski Konsumen ‘Serbu’ Diskon PPnBM, Target Penjualan Mobil Masih Sama

JAKARTA – Insentif pajak mobil baru dari pemerintah disambut meriah oleh para konsumen. Akan tetapi, asosiasi yang menaungi pabrikan – pabrikan mobil di Indonesia belum merevisi target penjualan tahun ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Maret – Desember 2021 pemerintah memberikan relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru dengan persyaratan tertentu. Alhasil, 21 model kendaraan turun harga di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) karena memenuhi persyaratan.

Insentif terbesar diberikan pada Maret – Mei, karena pemerintah menanggung 100 persen tarif PPnBM. Pada tiga bulan selanjutnya, persentasenya dikurangi menjadi 50 persen dari tarif normal dan pada September - Desember dikurangi lagi menjadi 25 persen dari tarif normal.

Belum sepekan peraturan diterapkan, merek – merek yang mendapat subsidi PPnBM dari pemerintah mengaku langsung mengalami lonjakan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).

Lalu, ketika diwawancarai pada pertengahan Maret, Yohannes Nangoi selaku Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengatakan model – model yang turun harga membukukan SPK hingga ratusan persen lebih banyak dibanding periode yang sama pada Februari.

Mitsubishi Xpander Cross mendapatkan diskon PPnBM pada 2021

Meski begitu, Gaikindo masih belum mengutak – atik target penjualan tahun ini. Angka yang mereka patok masih 750 ribu unit sampai akhir tahun nanti—naik sekitar 30 persen dari hasil penjualan retail 2020 sebanyak 578.327 unit.

Target itu masih jauh dari angka normal sebelum pandemi virus Corona (Covid-19) yang lebih dari 1 juta unit.

“Kami masih menunggu sampai pertengahan tahun dulu, sebelum melihat dan menentukan (target tetap atau berubah),” ucap dia ketika dihubungi Mobil123.com pada Rabu (17/3/2021) kemarin.

Pemerintah kini mengkaji perluasan insentif PPnBM mobil baru hingga ke mobil – mobil rakitan lokal berkapasitas mesin maksimal 2.500 cc. Untuk sekarang, stimulus fiskal hanya diberikan kepada mobil – mobil kendaraan penumpang rakitan dalam negeri  dengan kapasitas mesin sampai dengan 1.500 cc, mempunyai komponen lokal setidaknya 70 persen, dan berpenggerak dua roda (4x2).

Toyota Kijang Innova bisa turun harga kalau diskon PPnBM mobil baru diperluas

Nangoi mengatakan ada empat model yang berpotensi menyusul turun harga jika wacana itu benar – benar direalisasikan. Tetapi, ia memilih untuk tidak dulu mengira – ngira berapa besar dampak dari rencana tersebut kepada pasar otomotif.

“Nanti dulu. Peraturannya saja belum dibikin,” pungkas mantan Presiden Direktur PT. Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) ini. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar