Mesin Wuling Almaz Hybrid Beda dengan Almaz Biasa, Ini Spesifikasinya

Berita Otomotif

Mesin Wuling Almaz Hybrid Beda dengan Almaz Biasa, Ini Spesifikasinya

JAKARTA – Wuling Almaz Hybrid Concept tak 'dipersenjatai' mesin 1.5-liter turbo seperti pada model konvensionalnya. Lantas, mesin apa yang digunakan?

Purwarupa Almaz hybrid menjadi kejutan Wuling dalam Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2022. Pameran kendaraan listrik yang diinisiasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu sendiri berlangsung pada 28-30 September di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.

Versi hybrid dari Almaz itu mendampingi mobil listrik murni Wuling Air EV yang sudah diproduksi massal dan dijual baru-baru ini.

“Kami membawa serta teknologi hybrid dalam bentuk Almaz Hybrid Concept yang secara khusus kami tampilkan di sini. Inilah bukti nyata Wuling untuk mempertegas komitmen kami bagi Indonesia serta menghadirkan kendaraan yang ramah lingkungan, efisien, dan bertenaga bagi para konsumen,” kata Brand and Marketing Director PT. SAIC General Motors Wuling (SGMW) Indonesia Dian Asmahani melalui pernyataan pers.

Informasi teknis maupun fitur Almaz Hybrid Concept, sayangnya, belum 100 persen diungkap. Melalui poster di booth pameran, Wuling hanya menjelaskan sekelumit mengenai spesifikasinya.

Di antaranya perihal mesin baru berkapasitas 2.0-liter yang mereka klaim sangat efisien. Adapun gelontoran daya serta torsinya tidak diungkap.

Sebagai perbandingan, Almaz dengan dapur pacu konvensional yang dijual di pasar sejak 2019 mengusung mesin bensin 1.5-liter plus komponen turbo yang disuplai oleh Honeywell. Produksi tenaga puncaknya 140 hp di putaran mesin 5.200 rpm, dengan torsi maksimal 250 Nm di 1.600-3.600 rpm.

Lalu, Almaz Hybrid Concept menggunakan electronic control system nan cerdas. Terdapat pula transmisi yang dikembangkan khusus untuk mobil hybrid dengan rangkaian seri maupun paralel.

Informasi lainnya menyangkut spesifikasi Almaz Hybrid Concept ialah penyematan P1+P3 electric motor and generator serta baterai lithium.

Kemunculan model tersebut terjadi di tengah isu rencana Wuling meluncurkan Almaz hybrid. Meski begitu, hingga kini Wuling belum mengonfirmasi kabar itu.

Era elektrifikasi memang sudah dimulai di Indonesia, khususnya sejak insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) bagi mobil hybrid, plug-in hybrid (PHEV), maupun mobil listrik murni diterapkan per 16 Oktober 2021.

Dua tahun sebelumnya, hadir payung hukum untuk seluruh insentif fiskal serta non-fiskal bagi kendaraan listrik yaitu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019.

Wuling pun telah meluncurkan mobil listrik murni Air EV pada Agustus 2022. Kendaraan berdimensi mungil itu dirakit lokal di pabrik Wuling Cikarang, Bekasi. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar