Menurut Bos Toyota, Teknologi Mobil Otonom Saat Ini Belum Bisa Diandalkan

Berita Otomotif

Menurut Bos Toyota, Teknologi Mobil Otonom Saat Ini Belum Bisa Diandalkan

TOKYO – Bos Toyota menganggap teknologi mobil otonom yang ada sekarang masih cukup berisiko.

President and Chief Executive Officer Toyota Motor Corporation Akio Toyoda mengutarakan kekhawatirannya terhadap usaha pergeseran yang cukup cepat ke mobil otonom.

Pemikiran itu ia lontarkan setelah salah satu model mobil otonom Toyota di Paralimpiade Tokyo, e-Palette, menabrak seorang atlet yang sedang berjalan kaki pada 26 Agustus 2021. Beruntung, sang atlet tidak terluka, karena e-Palette cuma melaju dengan kecepatan sekitar 1,6 km per jam.

mobil otonom Toyota e-Palette

Toyota sendiri sudah mengumumkan permohonan maaf pascainsiden.

“Menurut saya, belum realistis saat ini jika berpikir mobil otonom bisa bepergian dengan normal di jalanan pada umumnya,” ucap Toyoda, seperti dikutip dari Carscoops.

Cucu dari pendiri Toyota itu juga mempertanyakan tindakan pabrikan-pabrikan otomotif yang ‘balapan’ dalam memproduksi serta menjual mobil swakemudi level 5. Produsen kendaraan, menurut dia, harus lebih berhati-hati.

“Sekarang seperti ada tekanan di pihak pabrikan mobil untuk menjadi yang pertama merilis mobil otonom level 5. Tapi, seperti yang sudah pernah saya katakan, kita sebaiknya tidak loncat begitu saja demi mengikuti kecenderungan serta tren tersebut,” papar Toyoda.

Terkait e-Palette, Toyota akhirnya tetap mengizinkannya beroperasi selama Paralimpiade Tokyo, pascatabrakan dengan pejalan kaki. Kebijakan ini diambil setelah Toyota menggelar investigasi internal segera setelah kejadian yang tak mengenakkan tersebut.

mobil otonom Toyota e-Palette

Kendati begitu, ada beberapa ubahan protokol yang mereka buat. Misalnya saja menyiagakan satu orang di dalam e-Palette yang bertugas sebagai sopir darurat jika e-Palette dinilai bakal gagal mengambil keputusan dengan tepat dan sesuai dengan kondisi lalu lintas saat itu.

Salah satu pabrikan otomotif terlaris dunia ini juga memasang berbagai marka tambahan di persimpangan-persimpangan jalan di sekitar Wisma Atlet Paralimpiade.

Bos Toyota bukan kali ini saja bersikap kritis terhadap perkembangan teknologi dan tren yang pesat di industri otomotif global. Dia, suatu waktu pada tahun ini, juga mengkritik akselerasi pertumbuhan mobil listrik di Jepang.

Kata dia, ‘Negeri Matahari Terbit’ bakal kehabisan suplai listrik di musim panas kalau semua kendaraan di sana dalam jangka pendek berubah menjadi mobil listrik. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar