Menikmati Mobil Bekas eks Taksi SiIver Bird

Review

Menikmati Mobil Bekas eks Taksi SiIver Bird

PURWAKARTA – Umumnya, masyarakat menganggap mobil bekas taksi adalah ‘mobil capek’ yang sudah rusak dan rugi untuk dibeli. Hal tersebut coba ditampik oleh PT Blue Bird Tbk dengan mengundang sejumlah media nasional untuk merasakan langsung perfoma mobil Mercedes-Benz C-Class eks Silver Bird yang mereka jual.

Belasan mobil Mercedes-Benz disediakan oleh Blue Bird. Semua adalah mobil eks Silver Bird lansiran tahun 2009 dan telah memiliki jarak tempuh sekitar 300 ribu kilometer. Unit-unit tersebut adalah kendaraan operasi yang sudah pensiun dan akan dijual pada pelanggannya.

“Dengan ini diharapkan masyarakat akan mengetahui bahwa mobil-mobil bekas taksi yang dijual oleh Blue Bird adalah mobil layak pakai. Tidak seperti perusahaan taksi lain yang memang mobilnya sudah rusak kemudian dijual,” ungkap Hery Sugiarto, General Manager Used Car Division PT Blue Bird Tbk.

Dalam pandangan mata,  jujur sepintas lalu unit ex taxi ini tidak memiliki perbedaan dengan mobil Mercedes-Benz C-Class pada umumnya. Warna cat hitam masih terbilang bagus dan tidak nampak ada bekas-bekas stiker menempel.

Saat memasuki kabin pun ternyata tidak jauh berbeda dengan bagian eksterior. Tampilannya masih cukup baik meski tidak bisa disamakan dengan mobil baru. Kenyamanannya masih sama dengan semua fitur berfungsi dengan baik

Umumnya, penumpang taksi akan duduk di belakang. Untuk itu, kami pun langsung memilih posisi sebagai penumpang belakang. Kami kira, jok akan terasa amblas, namun ternyata tidak. jok belakang masih terasa nyaman untuk nikmati.

Memang ada beberapa komponen yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sebut saja asbak di doortrim pintu penumpang serta konsol tengah yang cukup sulit menutup. Namun hal tersebut rasanya masih wajar dan masih bisa di atasi dengan perbaikan ringan. Selain itu, semua fungsi berjalan dengan normal.

Kami mengawali perjalanan menjadi penumpang dari kantor pusat Blue Bird hingga rest area KM 39. Perjalanan sebagai penumpang terbilang nyaman karena selain kaki-kaki mobil terasa empuk, double blower juga masih berfungsi dengan baik.

Puas menikmati sebagai penumpang, kini saatnya untuk mencoba menjadi pengemudi. Sama seperti jok belakang, ternyata kenyamanan jok pengemudi masih cukup nyaman meski sudah menjadi singgasana pengemudi taksi selama lima tahun. Jok masih empuk dan terawat. Tidak ada bekas rokok maupun retak pada pelapis jok.

Saat perjalanan dimulai, pedal gas terbilang responsive dan rem berfungsi sempurna. Penasaran, kami pun mencoba untuk menekan pedal lebih dalam. Mobil terasa masih stabil dan suspensi masih terasa nyaman meski jarum sudah menunjukkan angka 140 km/jam. Sayang, kami tidak bisa menambah kecepatan demi kesemalatan.

Keluar pintu tol, kami langsung menuju ke waduk Jatiluhur. Untuk menuju ke sana, kami harus melalui jalan yang cukup menanjak. Kembali perfoma mobil diuji dan berhasil lulus dengan mudah. Meski bekas taksi, secara umum mobil terasa masih memiliki performa yang cukup untuk ragam kondisi jalan yang ada..

Pengujian ini membuktikan bahwa mobil bekas taksi pun masih layak untuk menjadi kendaraan pribadi. Meski bekas unit operasi taxi, namun jika track record perawatan mobil terjaga dan memiliki kondisi baik, tentunya layak dijadikan pilihan. [Adi/Ari]

Temukan mobil idaman di Mobil123        
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual