Mengintip Kekayaan Cucu Pendiri Blue Bird yang Nikahi Nikita Willy

Berita Otomotif

Mengintip Kekayaan Cucu Pendiri Blue Bird yang Nikahi Nikita Willy

JAKARTA – Indra Priawan Djokosoetono, cucu pendiri perusahaan taksi Blue Bird, sedang menjadi perbincangan setelah menikahi aktris cantik Nikita Willy. Lelaki berusia 28 tahun ini sendiri memiliki saham dari korporasi tersebut yang nilainya saat ini mencapai Rp 131 miliar.

Pernikahan Indra Priawan dan Nikita Willy berlangsung pada Jumat (16/10/2020) kemarin. Pernikahan yang sempat tertunda karena pandemi virus Corona (Covid-19) dan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini berlangsung dengan adat Minang di kawasan Jakarta Timur.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

And so the real adventure begins

A post shared by Nikita Willy (@nikitawillyofficial94) on

Indra berasal dari keluarga konglomerat. Ia cucu dari Mutiara Fatimah Djokosoetono, perintis bisnis taksi pada 1965 yang kemudian bertransformasi menjadi Blue Bird.

Ayah Indra, Chandra Suharto Djokosoetono, ikut membantu sang ibu hingga Blue Bird menjadi salah satu perusahaan transportasi besar di Indonesia seperti sekarang.

Blue Bird sendiri kini menjadi perusahaan publik (Tbk). Per 16 Oktober 2020, harga saham Blue Bird Rp 900 per lembar saham.


Indra Priawan, yang sekarang menjadi suami Nikita Willy, diketahui sebagai salah satu pemegang saham Blue Bird. Menurut data yang didapat dari situs resmi Bursa Efek Indonesia, dia menguasai 5,8 persen saham--setara dengan 145.744.700 lembar saham.

Saham Indra di Blue Bird sekarang bernilai Rp 131.170.230.000. Ini merupakan gambaran dari kekayaannya yang mungkin saja sesungguhnya lebih dari itu karena memiliki berbagai aset lain yang tak terpaparkan di artikel ini.

Indra merupakan Sarjana Teknik Mesin dari Universitas Indonesia yang lulus pada 2013 dengan status cum laude. Dia kemudian mengambil gelar Master ke Hult International Business School, San Fransisco, Amerika Serikat.

Pria yang menjalin asmara dengan Nikita Willy sejak 2016 ini merupakan generasi ketiga penerus bisnis Blue Bird di masa depan.

Sejarah korporasi itu sendiri amat panjang. Nama awalnya ketika baru berdiri pada 1965, menurut situs resmi Blue Bird, adalah Chandra Taxi yang merupakan layanan taksi tanpa argo.

Transformasi menjadi Blue Bird baru terjadi pada 1972. Mutiara Fatimah Djokosoetono, Chandra Suharto Djokoetono, Purnomo Prawiro Djokosoetono, dan rekan bisnis mereka mengawali layanan taksi Blue Bird dengan hanya 25 armada.

Saham Blue Bird kini juga dimiliki oleh startup Gojek, startup di bidang ojek plus taksi online. Selain kerja sama armada, mereka juga berkolaborasi dalam hal pembayaran menggunakan uang elektronik milik Gojek yang bernama Gopay. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar