Menelisik Toyota Calya Sebelum Test Drive di Malang

Review

Menelisik Toyota Calya Sebelum Test Drive di Malang

MALANG – Dari pertama kali melihat sampai benar-benar mencobanya, saya lebih nyaman menyebut Toyota Calya sebagai LCGC Strechback daripada sebuah MPV 7-penumpang.

Mulai 19-20 September 2016 Mobil123.com berkesempatan mengendarai Toyota Calya dari Malang – Surabaya bersama sejumlah media nasional dan daerah.

Dari sisi tampilan mungkin Anda semua juga sudah melihatnya langsung dan memiliki pendapat serta padangan sendiri-sendiri. Dari balik kacamata saya, acungan jempol rasanya layak diberikan kepada para desainer Toyota Calya.

Artikel bersambung dibawah

Ramuannya cukup memuaskan padangan mata, padu-padan tarikan garis tegasnya menghadirkan kesan sporty pada tampilan Toyota Calya. Terlebih saat mencermati desain keen look yang menjadi ciri khas model-model Toyota terkini pada bagian bonnet. Sementara dari sisi lain, khususnya samping dan belakang, saya melihat aura MPV yang menjadi saudara tuanya yakni Toyota Kijang Innova namun dengan ukuran lebih kecil.

Satu hal menarik perhatian saya saat mencermati dimensi Toyota Calya secara keseluruhan. Dengan panjang 4.070 mm apakah tepat jika masuk klasifikasi sebuah MPV 7-penumpang?

Toyota Kijang adalah benchmark paling awal sebuah MPV bonnet 7-penumpang di Indonesia. Kala itu rata-rata panjang kendaraan dari generasi ke generasi mencapai 4.400 mm plus. Kemudian disambung oleh Toyota Kijang Innova dengan ukuran lebih panjang, mencapai 4.585 mm. Dari ukuran ini, bukan masalah untuk benar-benar menampung penumpang dewasa rata-rata orang Indonesia, sekitar 165 cm plus.

Lahirnya Toyota Avanza pada tahun 2004  menjadi awal tereduksinya ukuran panjang sebuah MPV 7-penumpang di Indonesia. Mobil yang langsung laris manis di pasaran ini dan telah terjual lebih dari 1 juta unit memiliki panjang 4.140 mm.

Lebih pendek sekitar 40 cm dibandingkan keluarga Toyota Kijang dan dengan harga yang sangat terjangkau saat itu. Apalagi Toyota Kijang dengan Innova sudah mulai naik kelas, perlahan tapi pasti mulai lepas dari jangkauan budget keluarga Indonesia untuk membeli kendaraan tidak seperti era sebelumnya.

Dengan proporsi yang sedemikian, jok baris ketiga pada Toyota Avanza awalnya juga menuai beberapa protes. Karena penumpang-penumpang dewasa sudah mulai merasa tidak nyaman untuk menghuni baris ketiga. Rasanya kaki akan pegal jika berkendara terlalu lama.

Catatan saya dulu ketika pertama kali menguji Toyota Avanza adalah posisi duduk baris ketiga yang terletak persis di atas sumbu roda belakang. Dengan ukuran headroom yang terbatas, kepala saya sering terantuk kaca belakang ketika mobil melewati gundukan-gundukan saat kecepatan pengendalian normal.

Masih soal Toyota Avanza, bersama Daihatsu Xenia, menggunakan unibody gabungan antara ladder frame dan dilas langsung di atas bodi monokok. Dan juga penggerak roda belakang.

Berbeda dengan para kompetitornya di kelas low MPV seperti Honda Mobilio, Suzuki Ertiga atau Nissan Livina yang menggunakan chassis monokok dan sistem gerak-roda depan.

Toyota mengklaim dengan ini Toyota Avanza bakal lebih tangguh digunakan di segala medan dan tetap kuat untuk dijejali 7 orang penumpang atau muatan penuh.  Meski bahaya laten dari ladder frame tetap selalu mengintip yakni masalah bobot lebih berat.

Kendaraan 7-penumpang yang nyaris memiliki panjang sepadan dengan Toyota Calya adalah di kelas minivan seperti contohnya Daihatsu Gran Max. Dengan panjang 4.045 mm minivan ini hanya lebih pendek 2.5 cm dibanding Toyota Calya.

Namun dengan peletakan mesin di bawah jok depan dan sumbu roda lebih panjang 12.5 cm dibanding dengan Toyota Calya, Daihatsu Granmax memiliki ruang kabin lebih lapang termasuk pada jok baris ketiga.

Dan hari ini keluarga Indonesia disuguhi Toyota Calya yang merupakan versi lebih panjang dari Toyota Agya di kelas LCGC. Toyota Calya yang saat ini booming di pasaran dengan SPK mencapai lebih dari 18 ribu unit dalam 2 bulan kemunculannya, memiliki ukuran lebih panjang sekitar 47 cm dari Toyota Agya.

Dengan ini Toyota Calya telah menggunakan body monokok dan juga penggerak roda depan.

Pertanyaan yang muncul dalam benak saya, apakah dengan dimensi lebih kecil, body monokok dan penggerak roda depan Toyota Calya bakal menyeguhkan warna lain sebuah MPV lansiran Toyota ?

Saat menulis ini saya memang belum mencoba berkendara Toyota Calya. Hanya mengamatinya bersama teman editor Otospirit.com saat pameran GIIAS 2016. Teman yang bertinggi badan sekitar 165 cm sempat mencoba duduk di baris ketiga dan “pas” setelah melakukan adjusment pada bangku baris kedua. Saat itu ia hanya duduk di Toyota Calya di tengah ruang pamer, bagaimana suasana duduknya kala berada di perjalanan ?

Sembari masuk ke kabin untuk memulai perjalanan, terbesit dalam batin saya jika mobil ini lebih tepat disebut LCGC Strechback atau secara harfiah benar sebuah hatchback (Toyota Agya) yang sedikit ditarik atau dipanjangkan dibandingkan MPV 7-penumpang.

Jika saya bandingkan dengan Datsun Go+ Panca yang memiliki panjang 3.955 mm, Toyota Calya lebih panjang sekitar 7 cm. Dengan ukuran sedemikian Datsun tidak menyebut Datsun GO+ Panca sebagai sebuah MPV 7-penumpang melainkan 5 penumpang plus 2 anak kecil di baris ketiga.

Saya harap ada kejutan saat mencoba Toyota Calya sebentar lagi. [Ari/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support