Renault Kwid, Mobil Murah yang Masa Depannya di Indonesia Masih Jadi Misteri

Berita Otomotif

Renault Kwid, Mobil Murah yang Masa Depannya di Indonesia Masih Jadi Misteri

JAKARTA – Kelanjutan penjualan Renault Kwid di Indonesia masih jadi misteri, dengan berpindahnya hak distribusi merek ini dari Indomobil Group kepada Nusantara Maxindo Group efektif per Februari tahun ini.

Para eksekutif Renault Indonesia berseri-seri pada 19 Oktober 2016, ketika mereka meluncurkan Kwid. Bagaimana tidak, Kwid adalah mobil murah Rp 100 jutaan pertama merek asal Prancis itu di Tanah Air. Banderol city car 1.0-liter bertransmisi manual ini sama murahnya dengan mobil-mobil di segmen low cost green car (LCGC) Toyota Agya dan Daihatsu Ayla.

Saat itu banyak strategi yang dilontarkan ke penulis—yang turut hadir dalam acara peluncuran—terkait penjualan maupun purnajual Kwid. Dengan jumlah dealer yang pada tahun itu hanya 14, pemasaran via digital dan eksebisi dari mal ke mal.

Purnajual memanfaatkan sebagian kecil dealer Nissan, rekan aliansi Renault di pasar global, sekaligus sesama merek yang dibawahi Indomobil Group di Nusantara. Target 800 unit per tahun mulai 2017 untuk Kwid, atau diperkirakan 80 persen dari total penjualan Renault, dikemukakan.

Apa daya, realisasi penjualan tak memenuhi harapan. Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperlihatkan bahwa sepanjang 2017 penjualan Kwid hanya 163 unit.

Pada 2018, performanya terjerembab hampir 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year), tepatnya 69,94 persen. Volumenya selama Januari – Desember cuma 49 unit.

Penjualan total Renault sendiri adalah 273 unit, turun 46,6 persen year on year dari sebelumnya 511 unit.

Pada awal 2019, operasional Renault berpindah tangan dari Indomobil Group kepada Nusantara Maxindo Group. Pengenalan para eksekutif PT. Maxindo Renault Indonesia telah dilakukan pada 14 Januari kemarin.

Sayang, di dalam konferensi pers, tidak dijabarkan mengenai proses kepindahan tanggung jawab ini. Hanya sedikit informasi yang diberikan, di antaranya adalah rencana peluncuran multi purpose vehicle (MPV) berbanderol ‘sangat terjangkau’ di Indonesia.

Adapun jumlah dealer Renault, berdasarkan pantauan di situs resmi Renault Indonesia, saat ini berjumlah 23 outlet. Kita nantikan saja bagaimana nasib Kwid di Indonesia pasca pengoperasian Renault di pihak yang baru. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support