Membuka Jendela Mobil Diklaim Dapat Kurangi Risiko Penularan Covid-19, Bagaimana Caranya?

Berita Otomotif

Membuka Jendela Mobil Diklaim Dapat Kurangi Risiko Penularan Covid-19, Bagaimana Caranya?

Rhode Island - Beredasarkan penelitian, membuka jendela mobil pada beberapa bagian bisa mengurangi risiko penularan Covid-19, simak caranya berikut ini.

Setelah Anda disiplin menerapkan 3M memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) untuk memutus mata rantai penularan virus Covid-19, M selanjutnya adalah membuka kaca mobil. Lalu pertanyaannya adalah bagaimana caranya?, apakah harus semua kaca atau bagian tertentu saja?.

Baru-baru ini sebuah penelitian dari Brown University, Amerika Serikat berusaha menjawab pertanyaan tersebut. Mereka mencoba menghitung dan mencari tahu secara ilmiah bagian jendela mana yang harus dibuka.

Jawaban dari pertanyaan itu coba dipecahkan menggunakan simulasi percobaan yang sangat kompleks menggunakan fluid dynamic simulations. Para peneliti terdiri dari Varghese Mathai, Asimanshu Das, Jeffrey Bailey dan Kenneth Breuer mempelajari aeorosol yang secara teknis merujuk pada partikel padat di udara maupun tetesan cair bagaimana bisa terhirup di dalam kabin mobil.

Sirkulasi udara pada interior menjadi hal terpenting. Karena setelah diteliti, aerosol tadi bisa lolos terhirup oleh orang yang telah menggunakan masker dengan benar sekalipun.

membuka jendela mobil diklaim bisa cegah penularan covid-19
Ternyata aliran udara atau aerosol dapat diatur sirkulasinya dan tergantung pada buka-tutup jendela. Penelitian ini sendiri menggunakan Toyota Prius dan sirkulasinya akan sama dengan bentuk mobil sejenis serta kemungkinan tidak berlaku pada truk atau mobil yang lebih besar.

Posisi penumpang ditempatkan diagonal dengan pengemudi. Artinya pengemudi berada di depan kiri dan penumpang di belakang kanan, ini adalah regulasi untuk naik taksi di Amerika Serikat di masa pandemi.

Tim peneliti ini menemukan bahwa membuka jendela secara bersebrangan ternyata dapat menciptakan aliran yang secara drastis mengurangi berkumpulnya aerosol dalam kabin. Dengan ini tentu droplet seseorang yang terbang di udara saat berada di mobil bisa diminimalisir pergerakannya.

Tapi jujur saja, membuka jendela mobil sendiri tentu dapat menciptakan beragam masalah kompleks. Mulai dari ketidaknyamanan kabin dikala cuaca panas atau terlalu dingin atau mungkin orang jahat saat berhenti di traffic light misalnya.

Jika Anda ingin mempelajarinya lebih lanjut bisa klik link berikut ini. Dan sampai berita ini dibuat, hasil penelitian ini masih debatable, butuh pembuktian lebih lanjut. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar