Cara Membangkitkan Kembali Busi Motor yang Terendam Air

Berita Otomotif

Cara Membangkitkan Kembali Busi Motor yang Terendam Air

JAKARTA – Busi sepeda motor yang sempat terendam air belum tentu harus diganti baru. Sebagai pemantik api dalam ruang bakar, busi masih bisa diselamatkan atu dihidupkan dengan beberapa cara dan catatan.

Busi yang memiliki peran penting pada sebuah mesin bakar, sebenarnya tidak diperkenankan terkena air. Dikhawatirkan, dengan bercampurnya air akan membuat korsleting pada busi tersebut.

Sebagai pemantik api dalam ruang mesin, busi yang terkena air saat mesin menyala otomatis akan terjadi hubungan arus pendek. Kejadian ini berpotensi membuat busi mati total dan biasanya karena pengguna sepeda motor menerjang banjir atau genangan.

Namun yang membuat busi mati total dan harus diganti tidak serta-merta karena air yang masih ke dalam ruang mesin. Dalam beberapa kasus, korsleting pada busi masih bisa dinyalakan dengan melakukan cara berikut ini.

Melepas Busi

Cara pertama yang harus Anda lakukan tidaklah rumit yaitu cukup dengan mencopot busi sebelum melakukan langkah kedua.

Dengan melepas busi, Anda bisa melihat seberapa parah kerusakan yang dialami. Apabila tidak terlalu parah, busi masih bisa dihidupkan kembali.

Mengeringkan Busi

Setelah busi terlepas, langkah berikutnya adalah memastikannya bebas dari air. Jadi, bersihkan dan keringkan dengan kain bersih.

Jangan lupa juga untuk mengeringkan komponen lain yang berhubungan dengan busi, yaitu cop busi. Sebab kalau basah, fungsi busi pun tetap tidak akan maksimal.

Tips Menjaga Busi Agar Tetap Awet

Busi Motor
Sebelum busi mati, ada baiknya Anda selalu melakukan perawatan komponen yang satu ini. Kalau sampai keburu mati, tentu akan merepotkan. Jadi, lakukan langkah-langkah berikut ini.

  • Perhatikan tanda-tanda elektroda aus
  • Periksa ciri-ciri busi aus
  • Bersihkan busi dengan rutin
  • Semprot elektroda yang kotor dengan brake cleaner (cairan pembersih non-metal)

Apabila Anda menjumpai kerak, hindari menggunakan amplas ketika ingin membersihkannya. Untuk membersihkan komponen ini, hindari pemakaian cairan yang sifatnya mengikis karat.

Sebab, cairan jenis ini juga malah bisa mengikis permukaan plating maupun elektroda besi. Selan memastikan busi dalam kondisi bersih dan kering, yang juga penting dilakukan adalah mengganti busi pada waktunya.

Anda disarankan untuk melakukan pergantian busi ketika motor sudah mencapai jarak tempuh antara 15.000-20.000 kilometer. Sebelum mencapai jarak tersebut pun, tidak ada salahnya untuk selalu memeriksa tingkat keausan busi. [Dew/Had]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar