McLaren Tidak Mau Latah Buat SUV

Berita Otomotif

McLaren Tidak Mau Latah Buat SUV

WOKING - McLaren menegaskan komitmennya untuk tidak masuk ke pasar SUV, meski saat ini pasar di segmen tersebut sangat gemuk.

Hal ini ditegaskan oleh  Mike Flewitt, CEO McLaren. Menurutnya, saat ini sudah ada banyak pilihan SUV dan dunia sudah tidak membutuhkannya lagi.

“Ketika kami melihat sebuah produk, ada tiga ukuran yang bisa dinilai. Pertama adalah merk, yang kedua adalah teknologi dan terakhir adalah harga. Jadi, dari segi merk, SUV hanya akan melemahkan merk McLaren. Merk dan tradisi kami adalah motorsport dan membuat mobil menyenangkan untuk dikendarai. SUV memang bagus, mereka punya kelasnya, tapi itu bukanlah mobil yang menyenangkan untuk dibawa. Mereka mengurangi kesenangan dalam berkendara,” ungkap Flewitt.

Ia pun kemudan memberi catatan pada banyaknya SUV di dunia, termasuk yang dibuat oleh VW Group telah dilengkapi dengan teknologi terbaik. Ini jugalah yang membuat McLaren enggan untuk membuat SUV saat ini.

“Tidak ada yang salah dengan mereka, tapi kami tidak punya teknologi untuk SUV. Ini membuat kami harus membuatnya dari nol. Dan kami tidak agoran untuk berpikir dapat bersaing dengan Range Rovers serta Cayenne dalam waktu sekejap,” tambahnya.

Terakhir adalah dari segi keuangan. Flewitt berpendapat bahwa karena McLaren tidak memiliki teknologi dan bukan yang pertama di pasar SUV menjadikan mereka semakin enggan untuk memulai membuat SUV.

“Kami harus berinvestasi dari nol dan kami tidak akan menghasilkan keuntungan untuk ini. Lantas, buat apa kami harus melakukannya? Konsumen juga tidak akan terlalu tertarik untuk mendapatkan McLaren SUV. Konsumen suka dengan yang kami lakukan sekarang,” pungkasnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar