Semikonduktor Langka, Mazda Berusaha Penuhi Permintaan Konsumen

Berita Otomotif

Semikonduktor Langka, Mazda Berusaha Penuhi Permintaan Konsumen

JAKARTA - Mazda turut merasakan dampak kelangkaan chip atau semikonduktor. Hal ini membuat pabrikan terpaksa melakukan penyesuaian jumlah produksi mobil di pabrik. 

Suplai semikonduktor ke pabrik terhambat sejak beberapa bulan lalu akibat pandemi Covid-19. Kondisi ini diperparah dengan tingginya permintaan semikonduktor oleh produsen barang elektronik yang memproduksi laptop, smartphone, dan lainnya.

Kendati demikian, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) Agen Pemegang merek (APM) mobil Mazda di Indonesia berusaha untuk memenuhi permintaan konsumen dan mengantisipasi inden yang terlalu lama. 

"Bicara produksi, kita selalu komunikasikan dengan pabrikan di Jepang dan juga kami ada pabrik di Thailand juga terus berkomunikasi supaya bisa mempercepat stok di Indonesia," ujar Ricky Thio, Managing Director PT EMI, belum lama ini. 

Tidak lupa pihaknya juga selalu berkomunikasi dengan konsumen perihal keterbatasan produksi mobil dan waktu pengiriman unit, khususnya kepada konsumen yang memesan mobil Mazda model tetentu. 

"Untuk Mazda CX-3 dan CX-5 kita selalu infokan terbuka soal antrean kepada konsumen sebelum melakukan SPK. Soalnya, kami tidak mau berikan spekulasi atau menjanjikan bisa dapat mobil ini. Namun, lebih memberitahu kalau konsumen pesan sekarang maka antreannya sudah sampai di sini dan akan mendapatkan di bulan ini," papar Ricky Thio.

Di satu sisi, Eurokars Motor Indonesia sudah berusaha maksimal dengan melakukan komunikasi ke Mazda di Jepang.

"Kita juga berkomunikasi dengan Mazda Motor Corporation mengenai berapa banyak mobil di market kita dan mereka tidak menutup mata karena mereka sendiri berusaha keras memenuhi permintaan di Indonesia," pungkas Ricky. 

Sejumlah pihak memperkirakan krisis semikonduktor masih akan berlanjut sampai 2022. (AP/Ses)

Temukan mobil Mazda terbaru di sini.




Berita Utama


Komentar