Mazda Tak Cemaskan SUV China dan Korea Rp 300 Juta-an Berlimpah Fitur

Berita Otomotif

Mazda Tak Cemaskan SUV China dan Korea Rp 300 Juta-an Berlimpah Fitur

BANDUNG – Model sport utility vehicle (SUV) berlimpah fitur tapi punya harga terjangkau makin banyak di Indonesia. Mazda mengaku tak khawatir terhadap kondisi ini, karena punya segmentasi konsumen yang berbeda dengan produk-produk itu.

Merek China, Dongfeng Sokon (DFSK) dan Wuling, adalah yang pertama memulai serangan SUV berharga relatif murah dengan fitur mentereng nan canggih di Indonesia. Jika bicara khusus segmen medium SUV berharga Rp 300 juta-an saja, DFSK punya Glory 580 yang meluncur sejak 2018.

Wuling juga tak mau kalah merilis medium SUV bernama Almaz. Almaz versi lima penumpang hadir pada awal 2019, dilanjutkan versi tujuh penumpangnya yang dilengkapi fitur Voice Command canggih berbahasa Indonesia bernama ‘Wind’ (Wuling Indonesian Command) pada Juli tahun yang sama.

Kini, pada 2020, giliran pabrikan Korea Selatan, Kia, mengikuti. Mereka memperkenalkan Seltos, SUV yang juga berbanderol Rp 300 juta-an.

Seltos tak hanya dilengkapi mesin turbo layaknya SUV DFSK dan Wuling. Spesifikasinya juga impresif, contohnya saja transmisi Dual-Clutch Transmission yang lazim ada pada mobil sport plus keberadaan enam mode berkendara. Ada pula fitur-fitur premium seperti Wireless Charging, Panoramic Sunroof.

Menanggapi hal ini, Erick Pascanugraha selaku General Manager Sales and Marketing PT. Eurokars Motor Indonesia (EMI), menilai kehadiran SUV-SUV ini bagaimanapun tetap menghadirkan kompetisi di segmen SUV medium ke atas yang Mazda ikuti. Irisan dengan SUV-SUV Mazda tetap ada, tapi amat sedikit.

Pasalnya, tipe dan pertimbangan konsumen dalam memilih mobil beragam. Ada yang melihat aspek value for money, fitur, harga, fungsionalitas, sampai gengsi serta aktualisasi diri.

“Keunggulan produk-produk kami enggak cuma dari fitur. Kami juga sebuah merek yang punya rekam jejak cukup lama dengan build quality (kualitas rancang bangun) sudah terjamin. Orang-orang sudah lebih paham tentang itu. Terakhir, desain yang kami tawarkan juga beda dengan semua (produk yang dimaksud) itu. Jadi, Mazda memang segmennya lebih ke orang-orang yang melihat mobil sebagai seni juga. Enggak cuma sekadar mobil fungsional harian. Memang pemosisian produk kami lebih ke arah premium,” paparnya kepada Mobil123.com di sela-sela uji kendara (test drive) Mazda CX-30 pada 26 – 27 Februari 2020 dengan rute Jakarta – Lembang – Jakarta.

Membesar, Bukan Saling Memakan
Mazda sendiri kini termasuk satu dari banyak pabrikan yang fokus mengembangkan SUV di pasar global. Ricky Thio, Managing Director EMI usai peluncuran CX-30 pada Januari 2020, mengatakan fokus mereka di Indonesia sekarang juga lebih ke SUV.

Dalam beberapa tahun terakhir, EMI terus merilis model SUV baru untuk melengkapi lini produk Mazda. Kini, mereka sudah punya CX-3, CX-30, CX-5, CX-8, CX-9. Model termurah di antara kelima itu, CX-3, harganya diposisikan agak tinggi yakni mepet Rp 400 juta on-the-road Jakarta.

Lebih lanjut, Erick saat berbicara di sela-sela uji kendara CX-30 melihat kemunculan SUV-SUV dengan banyak fitur tapi murah lebih memperbesar pasar, alih-alih membuat model-model yang ada di dalamnya saling makan. Pasalnya, semua kebutuhan konsumen terfasilitasi.

“Konsumen menengah ke atas di Indonesia sebagai negara berkembang, kan, juga naik terus jumlahnya. Mereka ini banyak yang dari bawah naik untuk memiliki mobil dan yang sudah punya mobil banyak yang ingin lebih sesuai dengan diri mereka,” tutup dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar