Mazda Belum Yakin Bangun Pabrik di Indonesia

Berita Otomotif

Mazda Belum Yakin Bangun Pabrik di Indonesia

JAKARTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita cukup sulit meyakinkan Mazda untuk berinvestasi membangun pabrik di Indonesia.

Agus bertemu dengan Mazda di sela – sela lawatan dua hari ke Jepang pada 10 – 11 Maret 2021 kemarin. Dia juga bertemu dengan pabrikan – pabrikan otomotif besar lainnya yaitu Toyota, Honda, Suzuki.

“Pertemuan dengan Mazda tadi salah satu pertemuan yang diskusinya cukup ketat. Cukup alot, kalau menurut Pak Dubes (Duta Besar Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi—Red),” ucap dia dalam konferensi pers virtual beberapa waktu lalu.

Sekadar mengingatkan, Mazda sendiri sebenarnya sedang mempelajari kemungkinan produksi lokal di Indonesia dengan cara membangun pabrik sendiri atau melalui kerja sama dengan pihak lain. Mereka juga mempelajari kemungkinan menjual mobil listrik di Tanah Air.

Mobil Listrik Mazda MX-30

Lebih lanjut, Agus mencoba mengatakan kepada Mazda bahwa jika ingin lebih bersaing di pasar otomotif nasional, mereka mesti memproduksi lokal. Jika tidak, korporasi yang bermarkas di Hiroshima tersebut bisa tertinggal.

“Kami juga sampaikan kepada mereka bahwa prinsipal – prinsipal atau produsen – produsen mobil, kalau tidak memulai kegiatan proses produksi di Indonesia, pasti akan ketinggalan kereta dibandingkan produsen – produsen lain. Mungkin ini klise tapi faktanya begitu,” pungkas dia.

Menteri dari Partai Golkar itu pun memberitahukan potensi besar Indonesia. Jumlah penduduk amat masif hingga mencapai 270 juta jiwa dan rasio kepemilikan mobil pun masih luar biasa rendah yaitu 99 unit per 1.000 orang.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Heri Akhmadi menambahkan bahwa Mazda di sisi lain sudah menganggap Indonesia potensial sebagai bagian dari rantai suplai mobil listrik.

“Mazda menyampaika keinginan atau minat untuk membangun atau mempunyai rantai pasok dari Indonesia, khususnya menyangkut baterai mobil listrik. Ini karena menurut rencana bisnis Mazda, mulai 2030 nanti mereka hanya akan menghasilkan kendaraan terelektrifikasi. Tidak lagi mobil pembakaran internal. Semua akan mengarah ke sana. Jadi yang didorong adalah kerja sama soal itu,” papar dia.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang, lanjut Heri, tidak akan menyerah merayu Mazda berinvestasi pabrik di Nusantara. Mereka akan tetap mendekati dengan menjelaskan berbagai kesempatan maupun insentif yang terdapat di negeri ini. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar