Mobil Otonom Jadi Momok yang Menakutkan

Berita Otomotif

Mobil Otonom Jadi Momok yang Menakutkan

HEATHROW - American Automobile Association (AAA) menemukan fakta baru bahwa sejak banyaknya kecelakaan yang melibatkan mobil otonom, banyak masyarakat Amerika mulai khawatir terhadap mobil tersebut.

Rasa khawatir tersebut terlihat pada penelitian AAA yang menyebutkan bahwa 73 persen pengemudi merasa takut untuk berkendara dengan mobil otonom penuh. Ini merupakan peningkatan besar dibandingkan penelitian serupa pada tahun 2017 yang menyebutkan hanya 63 persen dari pengemudi yang merasa takut.

Sementara bila melihat dari gender, maka perempuan terlihat lebih takut untuk mengemudi dengan mobil otonom dibanding pria. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyebut bahwa 38 persen perempuan merasa takut berpergian dengan mobil otonom sementara pria hanya 63 persen.

Menariknya lagi, para generasi milenial yang merasa takut untuk berkendara dengan mobil otonom mengalami kenaikan cukup signifikan. Sebelum terjadinya kecelakaan hanya dari 49 persen yang merasa takut namun setelah terjadinya kecelakaan meningkat drastis menjadi 64 persen.

Walau merasa takut dengan mobil otonom, namun bukan berarti mereka anti terhadap mobil tersebut. Tercatat, 55 persen dari orang yang disurvey masih ingin teknologi semi-otonom akan dipasangkan pada mobil mereka.

Sebelum terjadi kecelakaan yang memakan korban jiwa, mobil otonom dianggap sebagai sebuah solusi transportasi masa depan. Beragam teknologi telah disematkan pada mobil otonom sehingga membuat mobil dapat berkendara sendiri tanpa perlu bantuan manusia.

Dengan ini maka diyakini kecelakaan yang disebabkan oleh faktor manusia mulai dari kelelahan dan mengantuk dapat lebih diminimalisir. Keselamatan berkendara pun diharapkan akan meningkat di masa yang akan datang. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar