Harga Mobil Listrik Diharapkan Lebih Terjangkau oleh Konsumen Potensial

Berita Otomotif

Harga Mobil Listrik Diharapkan Lebih Terjangkau oleh Konsumen Potensial

JAKARTA – Masyarakat Indonesia menginginkan harga mobil listrik murni di Indonesia maksimal 1,6 kali dari mobil bermesin konvensional berdasarkan hasil riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI).

Pemerintah, dengan dukungan Toyota, mengajak enam perguruan tinggi negeri melakukan studi komprehensif mobil hybrid serta mobil listrik dengan meminjamkan Toyota Corolla, Toyota Prius hybrid, serta Toyota Prius plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Studi tahap pertama dilakukan Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) sedangkan studi tahap kedua dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS),  Universitas Udayana.

Untuk penerimaan harga mobil listrik bagi konsumen Indonesia, LPEM mengadakan survei pada 10 Juli – 21 Agustus 2018 dengan jumlah responden 282 responden, baik yang memiliki kendaraan maupun tidak, di area Jakarta dan sekitarnya. Hasilnya, seperti dipresentasikan dalam paparan final studi tahap I pada Selasa (6/11/2018) di Jakarta, secara rata-rata perbedaan harga yang masih ditoleransi bagi mobil listrik murni adalah 1,6 kalinya mobil konvensional.

Survei UGM, di sisi lain, memperlihatkan penerimaan masyarakat terhadap mobil hybrid adalah kurang dari 1,2 kali harga mobil konvensional. Sementara, untuk mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), toleransinya kurang dari 1,5 kali harga mobil bermesin pembakaran dalam.

Jajak pendapat UGM dilakukan kepada 21 orang yang diberikan waktu mencoba Prius hybrid maupun Prius PHEV. Mereka berlatar belakang akademisi dan masyarakat umum dengan rata-rata umur 36 tahun serta gaji 25 juta per bulan.

Dari 21 responden, sebanyak 89 persen adalah laki-laki, 79 persen sudah menikah, 83 persen mempunyai mobil, 95 persen menggunakannya dan menyetir sendiri, 89 persen menggunakan mobil tiap hari, 63 persen mengendarai lebih dari 10 km.

Sebagai informasi, pemerintah berencana menerbitkan regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) pada tahun ini. Aturan berisi insentif bagi mobil hybrid dan mobil listrik ini diharapkan dapat menciptakan pasar mobil listrik.

Pemerintah juga meminta model-model yang mendapatkan insentif untuk dirakit lokal dalam tiga sampai lima tahun setelah diluncurkan. Pada 2025, diharapkan mobil-mobil rendah emisi gas buang tersebut berkontribusi 20 persen dari total produksi yang dilakukan di Indonesia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar