Masih Sulit, Harga Mobil Listrik Mesti di Bawah Rp300 Juta Jika Mau Laris

Berita Otomotif

Masih Sulit, Harga Mobil Listrik Mesti di Bawah Rp300 Juta Jika Mau Laris

JAKARTA – Daya beli terbesar di pasar mobil Indonesia adalah untuk model-model berharga di bawah Rp300 juta. Banderol ini sekarang belum bisa digapai oleh mobil listrik karena biaya produksi baterainya.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menerangkan definisi mobil dengan harga relatif terjangkau untuk para konsumen pasar Indonesia. Rentang paling idealnya Rp100-200 jutaan.

Di sinilah potensi terbesar pasar roda empat nasional berada.

“Dari peta market (pasar) potensial di Indonesia, terlihat sekali bahwa kendaraan-kendaraan di bawah Rp300 juta atau bahkan di bawah Rp250 juta memiliki porsi terbesar di Indonesia. Jadi kalau kita lihat yang namanya Agya, Ayla, Avanza, Xenia, dan segala macam kendaraan (di kategori harga) itu adalah yang punya porsi pasar terbesar,” papar dia ketika menjadi panelis di Investor Daily Summit 2021 yang disiarkan via YouTube beberapa waktu lalu.

Mobil-mobil dengan teknologi elektrifikasi, lanjut dia, saat ini masih berada jauh di atas itu.

mobil hybrid Nissan Kicks e-Power

Sebagai informasi saja, mobil hybrid termurah saat ini yaitu Nissan Kicks e-Power berharga tak terlalu jauh di bawah Rp500 juta. Sementara, mobil plug-in hybrid (PHEV) dan mobil listrik murni termurah ada di kisaran Rp600 juta sampai nyaris Rp700 jutaan.

“Kalau kita ingin berkembang di Indonesia untuk kendaraan-kendaraan ramah lingkungan, kita harus menekan harga mobil tersebut menjadi di bawah Rp250-300 juta sehingga daya beli masyarakat mampu mengarah ke sana,” tegas Nangoi.

Harga Baterai dan Biaya Produksi Mobil Listrik

Sayangnya, saat ini kondisi ideal tersebut masih terhalang harga baterai yang amat mahal. Padahal, sebagian besar ongkos produksi mobil listrik dihabiskan untuk komponen tersebut.

“Harga mobil listrik itu sebenarnya tergantung harga baterai. Porsinya 40 persen dari harga kendaraan listrik. Baterainya memang sangat penting di dalam mobil listrik,” terang Chief Operating Officer Hyundai Asia Pacific Lee Kang Hyun dalam acara yang sama.

Kang Hyun membeberkan bahwa harga baterai mobil listrik saat ini 150 dollar AS (Rp2.175.120, 1 dollar AS = Rp14.500,80) per kWh.

mobil listrik Hyundai Ioniq EV

Untuk memberikan gambaran lebih, kapasitas baterai mobil listrik murni Hyundai Ioniq menurut catatan Mobil123.com adalah 38,3 kWh. Jika ini dikalikan dengan harga per kWh dari keterangan Kang Hyun, biaya produksi untuk baterai satu unit sedan listrik itu saja sudah Rp83.307.096.

Kemudian, kalau itu berkontribusi 40 persen biaya produksi, maka biaya produksi total Ioniq berdasarkan indikator-indikator di atas bisa mencapai Rp208.267.740 cuma untuk satu unit.

“Ini (harga baterai) mungkin bisa turun pada 2024 sampai menjadi 100 dollar. berarti memang hampir sepertiganya akan turun harga,” tukas Kang Hyun.

Pemerintah Indonesia sendiri mulai 16 Oktober 2021 akan memberikan insentif tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) spesial bagi mobil hybrid, mobil PHEV, sampai mobil listrik murni. Ini diharapkan dapat membantu menurunkan harga jual mobil listrik dan memicu pembentukan industrinya dalam jangka menengah hingga jangka panjang. [Xan/Had]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar