Maria Herrera, Wanita yang Potensial Masuk MotoGP

Berita Otomotif

Maria Herrera, Wanita yang Potensial Masuk MotoGP

JAKARTA - Balap motor dunia akan memiliki rider wanita. Adalah Maria Herrera yang akan membalap di Moto3. Banyak yang berharap suatu saat nanti Maria akan bisa berlaga di kelas tertinggi, MotoGP.

Jika pembalap mobil wanita cukup mudah didapat, sementara wanita cukup langka berlaga di dunia balap motor. Saat ini hanya ada segelintir perempuan pembalap di berbagai kategori mulai dari Jenny Tinmouth di British Superbikes, Elena Myers di MotoAmerica, dan Laia Sanz di Dakar Rally.

Tapi, kini Maria ikut mewarnai balapan motor dunia dengan berlaga di Moto3 bersama Ana Carrasco.

"Saya senang, karena saya cepat di banyak sirkuit, kecuali pada satu atau dua (trek). Kami telah dekat dengan para pemimpin balapan dan itu penting untuk tahun kedua."

Maria Herrera sendiri telah membuat sejarah dua tahun lalu, ketikamenjadi gadis pertama yang memenangkan perlombaan di Moto3 Spanyol di Aragon. 

Sebuah kemenangan kedua di akhir tahun di Navarra membuktikan kemenangan pertamanya bukan kebetulan. Di akhir musim, Maria Herrera finish di posisi ke-4 klasemen, hanya 13 poin di belakang juara dunia, Fabio Quartararo.

Tahun berikutnya, ia mengambil kemenangan lagi di Jerez, dan membuat serangkaian penampilan wildcard di Moto3. Di 2015, dia membalap di atas sebuah Husqvarna dengan Tim Laglisse.

Maria memaparkan dirinya masih harus banyak belajar karena sebagian besar sirkuit baru dikenalnya.

"Saya pikir jika Anda kehilangan satu hari belajar, diperlukan waktu lebih lama untuk menjadi lebih cepat daripada pembalap di depan."

Dengan semua potensi yang ada, Maria diharapkanbisa berlaga di MotoGP suatu saat nanti. Sebab dalam sejarah, hanya satu perempuan pembalap pernah membalap di kelas utama yakni Gina Bovaird, tapi dia gagal menyelesaikan satu-satunya balapan 500cc di Nogaro pada tahun 1982.

Tapi di kelas bawah, ada beberapa perempuan yang tercatat sejarah termasuk Tanu Rinne, Tomoko Igata dan Katja Poensgen.

"Untuk setiap pengendara impian mereka adalah untuk mencapai MotoGP," akunya. "Tapi aku fokus pada kemenangan di Moto3, dan kemudian mengambil langkah-langkah lain dan saya akan memikirkannya."

Maria menilai kenapa begitu sedikit perempuan di balap motor, karena pembalap-pembalap sebelumnya terlalu fokus untuk menjadi gadis terbaik di kompetisi, bukannya berjuang untuk mengalahkan pada rider laki-laki.

"Saya pikir perempuan cenderung membandingkan diri satu sama lain, dan mungkin itu sebabnya mereka tidak membaik. Mungkin itu sebabnya mereka merasa sulit."

"Saya selalu membandingkan diri dengan laki-laki, dan sayalebih  baik bila dibandingkan dengan mereka (pria pembalap), bukan gadis-gadis lain." [Syu/Idr]

Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 

 



Syubhan Akib

Syubhan Akib

Pria berkacamata yang mencintai dunia otomotif dan sangat suka memandang mobil klasik serta mempelajari sejarah otomotif dunia. Kemacetan adalah sahabat, kecepatan adalah kesukaan dan liburan akhir pekan adalah impian.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual