Limbah Lemak Bisa Jadi Bahan Bakar

Berita Otomotif

Limbah Lemak Bisa Jadi Bahan Bakar

VANCOUVER - Fatberg ternyata bisa diolah menjadi bahan bakar alternatif, sebuah penelitian baru-baru ini yang dapat membuktikannya.

Fatberg adalah sebuah kotoran berlemak yang terkumpul menjadi satu dan umumnya ditemukan disaluran pembuangan air kotor. Tak hanya terdengar menjijikkan, fatberg juga telah menjadi masalah besar untuk saluran pembuangan di dunia karena sangat sulit dibersihkan.

<reated> Namun dibalik itu semua, University of British Columbia, Kanada mengklaim bahwa mereka berhasil mengubah fatberg untuk menjadi metana. Metode pengubahan ini dilakukan mulai dari di saluran pembuangan, menambahkan panas dan campuran hidrogen peroksida untuk memecah lemak serta melepas asam lemak. Kemudian lemak dipecah lagi menggunakan bakteri untuk menghasilkan bahan bakar metana.

Sebenarnya, pemanfaatan fatberg sudah pernah dilakukan sebelumnya. Lebih dari 143 ton fatberg yang ditemukan di London tahun lalu telah berhasil diubah menjadi biodiesel dan diperkirakan bisa menjadi bahan bakar alternatif di masa depan.

Di Indonesia sendiri, pemanfaatkan bahan bakar alternatif khususnya pada kendaraan masih sangat kurang. Pemerintah saat ini lebih fokus untuk mengembangkan mobil listrik yang rencananya akan mulai digalakkan dalam beberapa tahun kedepan.

Beberapa pabrikan di Indonesia pun sudah menyerahkan beberapa unit mobil listrik kepada Pemerintah untuk dijadikan bahan penelitian. Sebut saja Toyota yang telah menyumbangkan 18 unit mobil dan Mitsubishi dengan menyumbang 10 mobil untuk Pemerintah. Diharapkan dengan mobil-mobil tersebut Pemerintah bisa lebih tepat sasaran dalam mengembangkan kendaraan ramah lingkungan di masa depan. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar