Lebih Dari 6.000 Orang Kena Tilang Elektronik di Jawa Timur

Berita Otomotif

Lebih Dari 6.000 Orang Kena Tilang Elektronik di Jawa Timur

SURABAYA - 6.035 ribu pelanggar terjaring setelah diterapkannya Sistem e-tilang yang dimulai Januari 2020 di Jawa Timur.

Dari jumlah tersebut, menerobos lampu lalu lintas menjadi pelanggaran terbanyak dan menjadi perhatian. Dengan penerapan ini maka diharapkan bisa memberi efek jera kepada pelanggar dan menurunkan angka pelanggaran di masa depan.

“Berdasarkan data Lantas E-TLE, Surabaya berplat L dan W di Jawa Timur terbanyak rata-rata pelanggaran menerobos Traffic Light dengan Prosentase 45,11% dan pelanggaran Marka Jalan,” ungkap Kombes Pol Budi Indra Dermawan, Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur.

Jumlah pelanggaran yang terekam kamera E-TLE pertanggal 17 Januari sampai 16 Februari 2020 sebanyak 6.035 ribu pelanggar. Terhitung dari jenis penggaran diantaranya batas kecepatan 42,16%, sabuk keselamatan 22,25% dan tidak memakai helm 42,72%.

Dari data pelanggaran yang sudah melakukan pembayaran sebanyak 2.578 ribu. Sedangkan yang belum dilakukan penindakan tilang sebanyak 3.457 ribu pelanggar, tidak melakukan konfirmasi 536, surat dalam proses pengiriman 651 dan Surat konfirmasi dikembalikan dikarenakan alamat tidak lengkap, rumah kosong dan pindah tanpa kabar seluruhnya berjumlah 717.

Dari jumlah tersebut, Mahasiswa menjadi pelanggar yang terbanyak yaitu 435 orang, kemudian Nelayan/Petani sebanyak 350 orang, Pelajar 350 orang, pegawai swasta 258 orang, PNS 180 orang, Pedagang 121 orang, Sopir 133 orang,  TNI Polri 50 orang dan Lain-lain 121 orang.

Polda Jawa Timur sendiri telah meningkatkan jumlah CCTV yang mereka miliki dari sebelumnya hanya 21 CCTV kini telah bertambah menjadi 31 unit. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar