Ribuan Karyawan Honda Jepang Ajukan Pensiun Dini, Ada Apa?

Berita Otomotif

Ribuan Karyawan Honda Jepang Ajukan Pensiun Dini, Ada Apa?

TOKYO – Program pensiun dini Honda Motor Corporation ‘disambut’ para karyawan. Jumlah orang yang mengikutinya melebihi ekspektasi awal.

Ribuan pekerja Honda di Jepang, seperti dilaporkan Nikkei Asian Review baru-baru ini berdasarkan informasi dari sumber internal, mengajukan pensiun dini. Jumlahnya mencapai lebih dari 2.000 orang.

Angka tersebut sama dengan sekira 5 persen dari total karyawan permanen Honda di ‘Negeri Matahari Terbit’. Respons dari pekerja dua kali lipat di atas estimasi awal Honda Jepang yaitu 1.000 orang.

Pabrikan otomotif yang bermarkas di Minato City, Tokyo ini disebut sudah melaporkan status aplikasi pensiun dini ke serikat pekerja.

Honda Motor Corporation belum memberikan komentar hingga berita ini dinaikkan.

Program pensiun dini sendiri mereka gelar sejak April hingga Juli 2021. Akan tetapi, hanya karyawan berusia antara 55-63 tahun yang boleh mengikutinya.

2.000 karyawan Honda Jepang mengajukan pensiun dini

Paket yang ditawarkan Honda adalah pemberian pesangon pensiun sesuai aturan yang berlaku dan gaji setara hingga tiga bulan kerja dari masing-masing karyawan.

Dari 2.000-an orang yang mengikuti, separuhnya berusia di bawah 60 tahun.

Ini merupakan program pensiun dini pertama Honda dalam satu dekade terakhir. Mereka melakukannya demi mengurangi beban biaya tetap di tengah misi beralih ke mobil listrik, juga demi meningkatkan profitabilitas. Apalagi, biaya riset dan pengembangan mobil listrik amat tinggi.

Merek otomotif yang sangat aktif di dunia balap itu sudah memutuskan target hanya menjual mobil listrik serta mobil hidrogen (fuel cell) pada 2040.

Alasan lain adalah Honda ingin mengurangi ketergantungan terhadap karyawan-karyawan berusia tua dalam upaya mereka beralih ke mobil listrik. Para pekerja berusia muda dianggap bisa lebih sesuai dari sisi visi, penyesuaian diri dengan teknologi, maupun kecepatan kerja.

mobil listrik Honda e

Honda diperkirakan menghabiskan severance charge yang mencapai puluhan miliar yen pada tahun fiskal 2021 yang berakhir Maret tahun depan. Kendati begitu, Honda beberapa waktu lalu merevisi proyeksi laba bersih mereka menjadi 670 miliar yen, lebih tinggi 2 persen dibanding prediksi sebelumnya.

Bukan hanya Honda, pabrikan otomotif yang melakukan restrukturisasi karyawan sebagai upaya efisiensi menuju era mobil listrik. Nissan, misalnya. pada 2019 mengumumkan pemberhentian hubungan kerja lebih dari 10 ribu orang hingga 2023.

Reformasi strukturisasi Honda sudah dilakukan beberapa tahun terakhir. Contohnya dengan menutup pabrik-pabrik di Jepang dan luar Jepang. Mereka diperkirakan akan membuka lagi program pensiun dini beberapa tahun ke depan, dengan batas usia maksimal 59 tahun. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar