Sejarah Lampu Lalu Lintas, Sistem Revolusioner dari London

Berita Otomotif

Sejarah Lampu Lalu Lintas, Sistem Revolusioner dari London

Lampu lalu lintas merupakan sistem yang penting untuk mengendalikan arus lalu lintas. Sistem ini pun telah melewati sejarah yang panjang dalam perkembangannya.

Seiring dengan perkembangan dunia, jumlah kendaraan semakin bertambah. Alat transportasi semakin menjadi kebutuhan untuk setiap orang dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Namun, dengan bertambahnya jumlah alat transportasi, muncul masalah baru yaitu kemacetan lalu lintas.

Untuk mengurangi kemacetan di dalam berlalulintas, dibentuklah beberapa sistem. Salah satunya adalah lampu lalu lintas atau yang lebih umum disebut lampu merah. Sistem ini adalah salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan yang banyak terjadi di seluruh dunia, terutama daerah perkotaan.

Lampu lalu lintas yang kita temui di jalan sampai saat ini telah melewati proses yang lama. Berikut adalah informasi dan ulasan sejarah dari alat pengatur lalu lintas ini.

Pengertian Lampu Lalu Lintas

Lampu lalu lintas, atau yang lebih formal disebut alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) adalah lampu yang terpasang di persimpangan jalan, tempat penyebrangan jalan atau zebra cross, dan tempat lalu lintas lainnya, untuk mengendalikan arus lalu lintas. Lampu ini memberikan tanda kepada kendaraan kapan diperbolehkan untuk melintas atau berhenti secara bergantian dari berbagai arah.

Sistem lampu lalu lintas ini sudah diterapkan di semua negara di dunia, dan memiliki pemahaman aturan yang sama pula untuk mengatur laju kendaraan. Dengan kata lain aturan ini sudah bersifat universal di seluruh dunia.

Sebagai contoh, lampu merah menyala menjadi tanda bahwa kendaraan dilarang untuk melaju, lampu kuning mengisyaratkan kalau kendaraan boleh melaju namun dengan hati-hati dan waspada, sedangkan lampu hijau menjadi tanda kalau kendaraan dipersilakan untuk melaju.

Tujuan dari lampu lalu lintas sebagai pengatur arus adalah untuk menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan. Jika peraturan lalu lintas tidak diterapkan, potensi kecelakaan yang menyebabkan korban luka atau korban jiwa menjadi tinggi.

Penyebab utama kecelakaan lalu lintas di jalan adalah pengguna jalan yang tidak mematuhi aturan lalu lintas. Oleh karena itu, selalu waspada dan patuhi aturan lalu lintas ketika berkendara, ya, supaya keselamatan diri dan sesama menjadi terjaga.

Lampu Lalu Lintas Pertama

Lampu lalu lintas yang pertama ditemukan oleh John Peake Knight, seorang insinyur dan juga manajer kereta api, pada tahun 1860-an di London, Inggris.

Pada saat itu, London merupakan kota dengan lalu lintas yang sangat buruk. di dalam buku yang berjudul Victorian London: The Life of a City 1840 – 1870 yang ditulis oleh Liza Picard, London setiap harinya dipadati oleh 13 ribu pengguna jalan, termasuk kendaraan, kereta kuda, dan pejalan kaki. Hal ini membuat London dinobatkan sebagai urutan keempat kota paling macet se-Eropa, bahkan urutan ke-25 di dunia.

Lalu lintas yang sangat padat dan semrawut menyulitkan dan membahayakan para pejalan kaki, terutama ketika melalui persimpangan jalan. Jika kondisi itu dibiarkan maka akan menimbulkan kemacetan dan kecelakaan.

Pada 1968, lampu lalu lintas yang pertama di pasang di dekat gedung parlemen Inggris di Westminster. Bentuk lampu lalu lintas saat itu berbeda jauh jika dibandingkan dengan lampu-lampu lalu lintas yang biasa kita temui saat ini.

Tanda perintah jalan saat itu mengadopsi marka semaphore yang berfungsi memberi aba-aba perintah jalan. Palang besi 90 derajat yang digerakkan oleh tenaga mekanik dan dilengkapi lampu berwarna merah bermakna kendaraan harus berhenti. Lalu palang besi 45 derajat dan lampu hijau menandakan kendaraan dipersilakan untuk melaju. Pada saat itu belum ada tanda untuk menandakan hati-hati seperti lampu kuning.

Lampu lalu lintas pertama ini diciptakan oleh John Peake Knight. Dia juga merancang sistem lalu lintas kereta api di London untuk mengatur laju kereta api dan mencegah terjadinya kecelakaan.

Dengan begitu, Kota London menjadi kota pertama di dunia yang menggunakan lampu sebagai tanda perintah jalan.

Modernisasi Lampu Lalu Lintas

Sejak saat itu, lampu lalu lintas kerap mengalami perkembangan sampai dengan munculnya lampu lalu lintas modern.

Lampu lalu lintas modern pertama kali diperkirakan baru muncul 46 tahun kemudian. Berdasarkan buku How the Automobile Changed History karangan Diane Bailey, lampu lalu lintas modern ini dipasang di persimpangan jalan antara Euclid Avenue dan East 105th Street di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat, pada 1914.

Pada saat itu, jumlah kendaraan di Amerika Serikat terus meningkat sampai tingkat kemacetan semakin tinggi. Lampu lalu lintas yang digunakan pada saat itu dirasa belum cukup efektif. Oleh karena itu, muncul inisiatif untuk meningkatkan kualitas fungsi dan kualitas dari lampu ini.

Lampu lalu lintas modern diciptakan oleh Garret Morgan, seorang teknisi dari Ohio, pada tahun 1914.

Selain lampu merah dan lampu hijau, pada lampu lalu lintas modern ditambahkan satu warna lagi, yaitu warna kuning. Lampu kuning berfungsi sebagai tanda hati-hati. Lampu kuning ini ditambahkan sebagai tanda untuk pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintas, yang mana tidak ditandai oleh lampu merah atau hijau.

Lampu modern inilah yang kemudian berkembang menjadi lampu lalu lintas yang kita lihat di jalan selama ini.

Dua tahun setelah pemasangan lampu lalu lintas modern di area East 105th Street, pemerintah Amerika Serikat kemudian menerapkan sebuah produk hukum. Produk tersebut bernama Federal Aid Road Act, untuk meningkatkan kualitas jalan yang berada di Amerika Serikat saat itu, yang mana sangat berguna bagi masyarakat.

Lampu Lalu Lintas Pintar

Diciptakan oleh tim IBM, lampu lalu lintas pintar atau Smart Traffic Signal merupakan terobosan baru dalam lalu lintas seiring dengan memesatnya perkembangan teknologi.

Lampu ini dirancang untuk mengirimkan data sinyal ke kendaraan yang sebelumnya sudah dipasangkan sebuah penerima sinyal.

Data yang dikirimkan berupa status lalu lintas dan lokasi secara realtime yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk data visual atau audio di kendaraan. Alat ini dapat menjadi peringatan bagi pengendara akan kondisi lalu lintas yang akan dilalui.

Seiring perkembangan teknologi, lampu tersebut terus mengalami perkembangan hingga menjadi seperti yang biasa ditemukan di jalan saat ini. Pada masa-masa yang akan datang, lampu tersebut juga akan mengalami perkembangan lagi untuk mengatasi masalah-masalah lalu lintas yang akan timbul.

Makna Warna Lampu Lalu Lintas

Seperti yang sudah disebutkan, sistem lampu lalu lintas sudah diakui dan diterapkan di semua negara di seluruh dunia. Semua orang di mana pun sudah mengerti kalau lampu merah tanda berhenti, lampu kuning memberi peringatan untuk hati-hati, dan lampu hijau berarti boleh jalan.

Masing-masing warna ini bukannya dipilih dengan sembarang, tetapi ada makna filosofis dan fungsionalnya.

Secara filosofis, warna-warna lampu dipilih berdasarkan makna yang berkaitan dengan peristiwa pada masa peperangan dulu.

  • Warna merah dipakai di zaman peperangan sebagai penanda untuk berhenti kepada prajurit yang sedang berjalan.
  • Warna kuning melambangkan warna api sebagai tanda bahwa prajurit atau orang-orang bersiap untuk menghadapi musuh.
  • Warna hijau dikaitkan dengan warna daun yang menggambarkan ketenangan, mengindikasikan keadaan aman untuk berjalan.

Selain makna filosofis, pemilihan warna lampu lalu lintas memiliki pertimbangan yang fungsional. Secara garis besar, pemilihan warna didasari seberapa moncolok warna tersebut, terutama bagi penderita buta warna.

Warna merah mengandung corak oranye, dan hijau memiliki corak biru. Pemilihan warna ini bisa membantu penderita buta warna dalam mengenali lampu lalu lintas.

Di lain sisi, lampu kuning adalah warna yang cukup mudah dikenali pada siang atau malam hari. Warna kuning juga dianggap sebagai pembeda antara warna merah dan hijau. (Abp/Dms)

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil bekas berkualitas <<<<<



Andrew Barnabas Panggabean

Andrew Barnabas Panggabean

Seorang penulis/penerjemah bahasa Inggris. Memulai karier sebagai Content Writer di Gojek (2017-2019), lalu bergabung ke mobil123.com pada Desember 2021.


Berita Utama


Komentar