Mau Umur Ban Mobil Anda Lebih Panjang? Ini Syaratnya

Panduan Pembeli

Mau Umur Ban Mobil Anda Lebih Panjang? Ini Syaratnya

JAKARTA - Kondisi ban Anda akan selalu prima dan berumur lebih panjang jika lakukan spooring dan balancing setiap 10 ribu km.

Spooring dan balancing merupakan salah satu aktivitas servis kendaraan yang masih sering dianggap remeh. Padahal, fungsinya penting sekali bagi kenyamanan, keselamatan, maupun pencegahan keluarnya biaya yang lebih besar di masa mendatang.

Spooring bisa diartikan sebagai wheel alignment atau pelurusan kembali roda. Sementara itu, balancing yang merupakan aktivitas perbaikan putaran roda agar tidak terjadi vibrasi pada setir.

Keduanya adalah ‘satu paket’. Sayangnya, menurut Gunawan selaku Manager Operasional CARfix, servis jenis ini sering tak diindahkan oleh para pemilik mobil padahal kondisi jalan di Indonesia yang tidak begitu baik dapat membuat setir tak lurus.

“Jalan di Indonesia itu, kan, tidak rata. Suku cadangnya mungkin tidak rusak, tapi setelan (setir) bisa berubah karenanya. Harus disetel ulang lagi,” ucap dia meladeni pertanyaan Mobil123.com usai seremoni pembukaan CARfix Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Kamis (4/4/2019).

Padahal, jika roda atau setir tidak lurus, lama-kelamaan ban bisa ‘termakan’ di sisi samping. Alhasil, traksi roda bisa berkurang dan berpengaruh pada sisi keselamatan.

Ban juga bisa minta diganti lebih cepat. Soal ini, Gunawan punya hitung-hitungannya.

“Kalau (ban atau setir tidak lurus) satu derajat saja, umur ban berkurang 7 persen. Bisa bayangkan, kalau selisihnya dua derajat, berkurangnya sudah 14 persen,” paparnya.

Tiap 10 Ribu Km atau Tiap Ganti Kaki-kaki
Gunawan menerangkan bahwa spooring plus balancing idealnya dilakukan setiap 10 ribu km. Ada juga kondisi-kondisi di luar itu yang membuat mobil harus menjalani perawatan tersebut.

“Pada saat kita melakukan penggantian kaki-kaki itu harus spooring dan balancing. Misalnya habis ganti tirod, long tirod, bulljoint. Kedua, sehabis ganti ban. Ini karena mungkin sebelum diganti setelannya adalah untuk posisi ban tipis. Begitu ganti, ketebalannya, kan, berubah. Itu mempengaruhi,” tukas dia.

Kondisi selanjutnya adalah kalau mobil habis menghantam lubang keras dan sang pengemudi merasakan posisi setir tak nyaman. Jika itu terjadi, buru-burulah mendatangi bengkel tepercaya untuk spooring dan balancing.

“Biasanya setir terasa membuang ke kanan, atau setirnya miring,” tutup Gunawan. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support