Lagi Diriset, Bahan Bakar Ramah Lingkungan yang Diambil dari Gunung Berapi!

Berita Otomotif

Lagi Diriset, Bahan Bakar Ramah Lingkungan yang Diambil dari Gunung Berapi!

STOCKHOLM – Penelitian mengenai bahan bakar ramah lingkungan yang bahannya diambil dari gunung berapi datang dari pihak yang tidak disangka – sangka: pabrikan supercar dan hypercar.

Kebanyakan supercar dan hypercar saat ini adalah kendaraan berkecepatan amat tinggi yang boros BBM dan tak ramah lingkungan. Koenigsegg tampaknya berniat keluar dari daftar itu.

Pabrikan asal Swedia tersebut, seperti dilaporkan Robb Report baru – baru ini, sedang menginisiasi dua riset untuk membuat kendaraan masa depan mereka ramah lingkungan. Pertama terkait dengan baterai listik voltase ultra-tinggi berbobot amat ringan, sementara yang kedua mengenai bahan bakar ramah lingkungan dari energi terbarukan.

Penelitian kedua terbilang unik. Pasalnya, materi untuk biofuel (bahan bakar bio) itu berasal dari gunung berapi.

Koenigsegg meneliti pembuatan dan penggunaan bahan bakar dari CO2 (karbon dioksida) yang 'ditangkap' dari gunung berapi semiaktif. Kemudian, CO2 diubah menjadi metanol.

Bahan bakar bio itu dikenal sebagai Vulcanol. Emisi karbon yang dihasilkan olehnya 90 persen lebih sedikit daripada bahan bakar fosil.

Vulcanol kelak tidak hanya bisa digunakan di supercar dan hypercar Koenigsegg. Energi untuk seluruh proses produksi maupun rantai suplai pun bisa dihasilkan dari bahan bakar bio ini. Dengan demikian, perakitan kendaraan Koenigsegg dari hulu ke hilir menjadi jauh lebih ramah lingkungan.

pabrik supercar dan hypercar Koenigsegg

“Anda tak harus mencemarkan planet untuk menghasilkan sebuah mobil yang kencang dan mengesankan,” tegas Christian von Koenigsegg, Founder and Chief Executive Officer Koenigsegg.

Pria berusia 48 tahun ini punya misi menggandakan ukuran pabrik mereka dalam dua sampai tiga tahun ke depan. Di masa depan, ia juga memiliki target meroketkan kapasitas produksi dari hanya sekitar 35 unit per tahun menjadi beberapa ribu unit, tapi dengan lebih sedikit impak bagi lingkungan.

Untuk membantunya mewujudkan misi ini, Christian merekrut mantan eksekutif Tesla Evan Horetsky sebagai Chief Industrialization Officer. Horetsky adalah orang yang memimpin konstruksi pabrik superbesar Tesla (gigafactory) di Reno, Nevada, plus Shanghai.

Christian mengistilahkan dirinya ‘agnostik dalam urusan platform’. Pabrikan yang ia pimpin akan fleksibel mengombinasikan dan memadukan teknologi apa pun yang paling masuk akal digunakan dalam tiap periode waktu, untuk tiap model.

Koenigsegg Gemera

Salah satu hypercar mereka yaitu Koenigsegg Gemera, contohnya, bersenjatakan mesin hybrid yang bisa disuplai oleh BBM biasa, E85, maupun Volcanol. Gemera memadukan mesin turbo 2.0-liter, tiga silinder segaris, dengan tiga motor penggerak listrik dengan total daya 1.700 hp. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar