Korlantas Lakukan Audit Kecepatan Guna Tingkatkan Keselamatan Berkendara

Berita Otomotif

Korlantas Lakukan Audit Kecepatan Guna Tingkatkan Keselamatan Berkendara

MOJOKERTO – Korlantas Polri akan memasang alat audit kecepatan untuk meningkatkan keselamatan berkendara di masyarakat.

Korlantas menilau bahwa saat ini masih banyak pelanggaran lalu lintas tentang batas kecepatan di jalan raya. Padahal, pelanggaran kecepatan kendaraan dapat mengakibatkan permasalahan lalu lintas. Pelanggaran melebihi batas kecepatan maksimal mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas dengan tingkat fatalitas yang tinggi. Sementara pelanggaran di bawah kecepatan minimal yang menimbulkan perlambatan arus lalu lintas bahkan kemacetan.

Untuk itu, Korlantas akan melakukan audit kecepatan yang datanya akan digunakan untuk mengetahui pola dan algoritma perilaku pengemudi. Alat audit kecepatan yang dipasang pada ruas jalan berpotensi pelanggaran kecepatan membantu Polri dalam mengambil kebijakan terkait troublespot, atau daerah yang memiliki masalah perlambatan juga kemacetan serta blackspot atau daerah rawan kecelakaan lalu lintas.

Korlantas akan memasang alat audit kecepatan di jalur-jalur yang menjadi lokasi blackspot dan troublespot. Pertama, ada di seluruh jaringan jalan tol. Ini menjadi sangat penting, karena jalan tol ketika jalan lancar, kosong, kebanyakan atau rata-rata mereka akan memacu kendaraannya melampaui batas kecepatan maksimal.

“Atau, ketika ada perlambatan, jalan tol yang memiliki kecepatan minimal tidak terjawab, tidak tercapai batas minimumnya. Oleh karena itu dari sistem inilah Kami akan melihat perilakunya, apa yang ada pada sistem audit kecepatan nantinya bisa dikaitkan dengan pemasangan sistem-sistem Electronic Traffic Low Enforcement atau penegakan hukum secara elektronik,” ungkap Brigjen Pol Chyshnanda Dwi Laksana, Dir Kamsel Korlantas Polri.

Dimulai dari Mojokerto

Audit kecepatan
Jalan RA Basuni, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu jalur pertama yang menjadi perhaditan Korlantas. Lokasi ini diambil karena jalan RA Basuni merupakan jalan yang lurus sehingga masyarakat banyak yang memacu kendaraannya.

Nantinya, hasil audit kecepatan ini akan menjadi bagian dari pengembangan lalu lintas di masa depan. Dengan demikian, pihak kepolisian akan memiliki data yang lebih tepat untuk mengatur kecepatan pengendara di wilayahnya.

“Dengan memanajemen kecepatan kita bisa menganalisa, memiliki algoritmanya. Sehingga untuk rekayasa lalu lintas, membangun budaya tertib dan juga untuk penegakan hukum bisa dilakukan,” pungkasnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar