Konglomerat Cina Li Shufu juga Sempat Ingin Beli Fiat Chrysler

Berita Otomotif

Konglomerat Cina Li Shufu juga Sempat Ingin Beli Fiat Chrysler

GENEVA – Salah satu orang terkaya di Cina Li Shufu, yang memiliki perusahaan otomotif Zhejiang Geely Holding Group Co., ternyata juga sempat ingin membeli saham Fiat Chrysler Automobiles (FCA) tetapi belum berhasil.

Li Shufu, orang di balik layar Geely, memang menjadi sorotan di industri otomotif dunia karena tindak-tanduknya mencaplok saham berbagai pabrikan Asia dan Eropa sangat agresif dua tahun belakangan. Pada 2017, ia membeli 49,9 persen saham Proton plus 51 persen saham Lotus dengan total nilai 235 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,23 triliun.

Orang terkaya ke-10 di ‘Negeri Tirai Bambu’ pada itu juga mengakuisisi 8,2 persen saham pabrikan truk AB Volvo dengan modal yang tak disebutkan. Selanjutnya, pada akhir Februari 2018, Li mengambil 9,69 persen saham Daimler, korporasi induk kendaraan Mercedes-Benz, berbekal mahar 9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 123,74 triliun. Jauh sebelum itu, yakni pada 2010, dia sudah terlebih dahulu mengambil alih penuh Volvo Cars.

Kini, diketahui Li sempat melirik FCA. Orang-orang yang mengetahui permasalahan itu, seperti diwartakan Automotive News pada awal pekan ini, mengatakan bahwa pada Mei 2017 ia terbang ke Turin, Italia menggunakan jet milik Geely untuk bertemu John Elkann.

Elkann merupakan orang nomor satu di Exor, perusahaan yang mengontrol FCA dengan 29 persen saham plus 42 persen hak suara dalam voting. Sumber-sumber anonim pembocor informasi ini adalah mereka yang ikut dalam pertemuan antara Li dengan Elkann.

Dana 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp275,07 triliun ditawarkan oleh Geely demi menyengget saham Exor serta tender publik terhadap 71 persen saham milik investor lain. Tawaran itu ditolak. Li kemudian menaikkan lagi tawaran menjadi 22 miliar dollar AS atau sekitar Rp 302,57 triliun, namun tetap tak digubris Exor.

Dua sumber yang ditanyakan soal alasan  penolakan, memberikan jawaban berbeda. Orang pertama mengatakan Exor menilai nominal yang dilontarkan Shufu terlalu rendah, untuk saham dan otoritas yang nantinya bisa didapat.

Adapun sumber kedua menjelaskan jumlah tersebut sebenarnya mau saja diterima oleh Exor. Syaratnya, dua merek yaitu Alfa Romeo dan Maserati tidak termasuk dalam perjanjian.

Li tidak menginginkan klausul tersebut. Diskusi kedua pihak pun berakhir pada Agustus. (Xan/Ari)



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual