Keunggulan Yamaha WR 155R Dibandingkan Kompetitor

Berita Otomotif

Keunggulan Yamaha WR 155R Dibandingkan Kompetitor

JAKARTA – Yamaha WR 155R hadir dipenghujung 2019 dengan menawarkan sejumlah keunggulan.

Yamaha WR 155R masuk ke segmen offroad di Indonesia sebagai pendatang baru. Sebelumnya pasar Tanah Air hanya memiliki pilihan motor offroad kelas low entry yakni Kawasaki KLX150. Lalu pada penghujung 2017, konsumen ditawarkan Honda CRF150L.

Sebagai pendatang baru, Yamaha WR 155R hadir dengan harga paling mahal namun bertabur fitur modern. Beberapa fitur modern yang disematkan membuat PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), percaya diri untuk menghadapi pendahulunya.
Yamaha WR 155R
Dimensi

  • P x L x T 2.145 mm x 840 mm x 1.200 mm
  • Jarak sumbu roda 1.430 mm
  • Jarak terendah ke tanah 245 mm
  • Tinggi tempat duduk 880 mm
  • Berat isi 134 kilogram
  • Kapasitas tangki 8.1 liter

Sementara Honda CRF150L memiliki panjang 2.119 mm, lebar 793 mm dan tinggi 1.153 mm. Kawasaki KLX150 panjangnya 2.080 mm, lebar 770 mm dan tingginya 1.145 mm. Adapun bobot CRF 150L mencapai 122 kilogram dan KLX150 116 kilogram.
Yamaha WR 155R Spesifikasi
Yamaha WR 155R menjadi unit paling bongsor dan paling berat daripada kompetitornya. Selain itu jarak terendah WR juga masih kalah dari pesaingnya bahkan tinggi tempat duduknya tidak terlalu bersahabat bagi mayoritas orang Indonesia pada khususnya.

Keunggulan motor offroad entry-level Yamaha ini salah satunya dari mesin. Mesin yang diadopsi dari YZF-R15 ini menawarkan kemampuan paling besar dari kompetitornya. Bahkan teknologi yang digunakan juga lebih canggih, sehingga memudahkan penggunanya menaklukkan medan menantang.

Mesin

  • 155 cc liquid cooled, 4-stroke, SOHC, 4-Valve, VVA
  • 58.0 x 58.7 mm (bore x stroke)
  • 11.6 : 1 (kompresi)
  • 16.4 hp @10.000 rpm (power)
  • 14.3 Nm @6.500 rpm (torsi)
  • Oli 1.50 L, berkala 0.85 L, ganti filter oli 0.95 L
  • Fuel Injection
  • 6-speed manual

Honda CRF dan Kawasaki KLX150 menawarkan mesin 150 cc dengan semburan tenaga 12.7 hp dan 11.5 hp. Keunggulan WR 155R juga masih ditambah torsi melimpah, karena pesaingnya hanya 12.43 Nm pada 6.500 rpm (CRF150L) dan 11.3 Nm pada 6.500 rpm.
Harga Yamaha WR 155R
Para pengguna Yamaha WR 155R bisa lebih percaya diri melibas setiap medan menantang hingga ekstrim sekalipun. Hal ini berkat tenaga maupun torsi yang dihasilkan melimpah dan mengisi di setiap perpindahan gigi.

Yamaha WR 155R juga memiliki kaki-kaki yang kokoh. Alhasil penggunanya bisa lebih percaya diri melibas berbagai kontur jalan. Meskipun bukan yang paling canggih, namun klaim pihak pabrikan berlambang Garpu Tala tersebut, sangat cukup untuk diajak berpetualang.

Kaki-kaki

  • Suspensi depan teleskopik 41 mm
  • Suspensi belakang monoshock
  • Ban depan 2.75-21 45P
  • Ban belakang 4.10-18 59P
  • Rem depan 24 mm wave disc
  • Rem belakang 220 mm wave disc

Honda CRF150L ditawarkan dengan menggunakan suspensi depan model inverted (terbalik) atau kerennya Upside down (USD). Sedangkan Kawasaki yang memiliki jajaran KLX150 dengan beberapa pilihan varian tetap menawarkan suspensi teleskopik biasa layaknya WR 155R.

Namun pada Yamaha WR 155R diameter suspensi depan memiliki diameter lebih besar. Dampaknya motor lebih stabil saat dikendarai di medan kasar. Hanya saja saat memasuki medan berat, pengguna Yamaha membutuhkan perlindungan lebih agar radiatornya tidak rusak terkena batu.

"Yamaha kan punya DNA Sport, kita harapkan ini bisa kembali booming. Karena banyak pasar motor sport Yamaha yang keluar," kata Anton Widiantoro, Manager Public Relations PT YIMM saat test ride WR155R di Bukit Hambalang, Bogor (17/08/20)
Harga Yamaha WR 155R
Yamaha WR 155R ditawarkan dengan harga Rp 36.900.000. Sementara pesaingnya Honda CRF150L dibanderol Rp 34.450.000 dan Kawasaki KLX150 mulai dari Rp 30.700.000 hingga Rp 34.600.000. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar