Ketua Komite III DPD : Kebijakan Pemerintah Tidak Pro Rakyat

Berita Otomotif

Ketua Komite III DPD : Kebijakan Pemerintah Tidak Pro Rakyat

JAKARTA – Ketua Komite III DPD Fahira Idris gerah dengan adanya wacana perluasan pelarangan sepeda motor.di kawasan Sudirman.

Menurut wanita lulusan FE UI ini, alasan Pemerintah Daerah untuk melakukan perluasan larangan motor melintas di jalan protokol untuk bisa mengatasi kemacetan dan memaksa warga menggunakan angkutan umum tidak mendasar. Hal ini karena pemotor juga membayar pajak.

“Pemotor juga bayar pajak. Mereka punya hak melintasi jalan-jalan protokol yang dibangun oleh uang hasil pajak mereka. Saya rasa sudah cukup larangan motor yang ada saat ini (Medan Merdeka Barat hingga Bundaran HI) jangan diperluas lagi. Sesekali buatlah kebijakan yang memudahkan kehidupan rakyat kecil. Mereka mengandalkan motor untuk ke tempat kerja dan mencari nafkah. Saya minta rencana ini dibatalkan,” ujarnya.

Fahira menambahkan selain digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah, pajak yang dibayarkan para pemilik kendaraan bermotor termasuk pemilik sepeda motor juga menjadi salah satu sumber dana bagi negara untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan serta untuk peningkatan moda dan sarana transportasi umum.

Selain itu, alasan yang selalu menjadi pembenaran bahwa pembatasan motor melintasi jalan-jalan protokol adalah solusi efektif mengurai kemacetan. Serta memaksa warga Jakarta untuk menggunakan transportasi umum sama sekali mengada-ada, dan terlalu menyederhanakan kompleksitas masalah lalu lintas dan kemacetan di Jakarta.

Sementara itu, Pemerintah DKI Jakarta hingga saat ini tetap bertahan dengan keputusannya untuk melakukan perluasan larangan sepeda motor. Sosialisasi telah dilakukan melalui beberapa media sosial, salah satunya twitter.

Melalui akun twitter resmi Unit Pengelola Jakarta Smart City | Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, @JSCLounge, Pemerintah melakukan perbandingan antara penggunaan sepeda motor, mobil dan TransJakarta agar masyarakat berpindah ke TransJakarta.

Dalam sosialisasi tersebut, mereka membandingkan panjang jalan yang dibutuhkan untuk mengangkut 100 orang dalam bus, mobil dan motor. Untuk mengangkut 100 orang, hanya diperlukan satu unit bus Maxi TransJakarta sepanjang 13,5 meter. Sementara bila mobil, diperlukan jalan sepanjang 510 meter dan sepeda motor membutuhkan jalan sepanjang 85 meter. [Adi/Ari]

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual