Kesal Biaya Ganti Baterai Rp300 Juta, Bule Ini Pilih Ledakkan Tesla Miliknya

Berita Otomotif

Kesal Biaya Ganti Baterai Rp300 Juta, Bule Ini Pilih Ledakkan Tesla Miliknya

HELSINKI - Sebuah langkah ekstrem dilakukan pria asal Finlandia yang kesal mendengar mahalnya biaya ganti baterai mobil listrik Tesla miliknya.

Lelaki bernama Tuomas Katainen itu, seperti dilaporkan New York Post baru-baru ini, awalnya diberitahukan ia mesti mengganti seluruh sel baterai dari Tesla Model S tahun produksi 2013 kepunyaannya yang rusak.

Biayanya tak main-main yaitu 20 ribu euro (Rp322,10 juta, 1 euro = Rp16.105,03).

Padahal, Founder Tesla Elon Musk pada 2019 sempat mengklaim total biaya penggantian baterai mobil listriknya ‘hanya’ 5.000-7.000 dollar AS (Rp71,1-99,6 juta, 1 dollar AS = Rp14.230,65.

“Jadi, saya memberitahukan kepada mereka (bengkel) bahwa saya pergi ke sana mengambil lagi Tesla saya,” kata Katainen.

Alih-alih mencari cara lain memperbaiki, ia malah menghubungi YouTuber Finlandia Pommijatkat untuk menghancurkan mobil listrik tersebut.

“Sekarang, saya akan meledakkan seluruh mobil ini,” tegas Katainen.

Sang Youtuber bersedia membantunya--tentu saja sembari memproduksi konten. Ketika berita ini dibuat pada Senin (27/12/2021), video peledakan Tesla di akun Pommijatkat telah ditonton sekitar 3,9 juta kali.

Katainen sendiri sebenarnya sempat amat senang ketika membeli mobil listrik keluaran merek Amerika Serikat tersebut, sekitar delapan tahun lalu.

“Kendaraan itu sempurna. Sampai kerusakan terjadi,” ucapnya mengenai mobil yang sudah menempuh 1.500 km serta habis masa garansinya tersebut.

Lebih lanjut, ‘duet’ Katainen dan Pommijatkat meledakkan Tesla menggunakan dinamit seberat 33 kg.

Sebagai pelengkap, mereka menyewa helikopter untuk terbang di atas lokasi ledakan untuk menjatuhkan sebuah boneka yang biasa dipakai uji tabrak yang telah ditempelkan foto Elon Musk.

Boneka itu juga dipasangkan baju lengkap plus helm agar terkesan lebih ‘realis’.

Peristiwa di Finlandia itu semakin melengkapi berbagai kisah negatif mengenai Tesla, beberapa waktu belakangan.

Jenama mobil listrik yang mengangkat Elon Musk menjadi salah satu orang terkaya sejagat ini sekarang sedang menghadapi penyelidikan dari US National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).

Penyebabnya adalah gim built-in ‘Passanger Play’ yang diduga membahayakan orang-orang di dalam kabin ketika berkendara.

Tesla sendiri sudah setuju menonaktifkan gim yang dimaksud dari 580 ribu unit produksi 2017.

Bulan lalu, Tesla menggelar recall (penarikan dan perbaikan gratis) terhadap 11.700 mobil karena dugaan gangguan pada teknologi pengemudian otonomnya.

Ini dilakukan setelah NHTSA melakukan investigasi terkait 11 tabrakan mobil Tesla yang terjadi sejak 2018 oleh pengemudi yang menggunakan fitur autopilot. [Xan/Dms]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil bekas berkualitas <<<<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar