Kendaraan Pribadi Paling Banyak Sedot BBM Subdisi

Berita Otomotif

Kendaraan Pribadi Paling Banyak Sedot BBM Subdisi

JAKARTA – Bahan bakar bersubsidi di Indonesia ternyata masih banyak digunakan oleh kendaraan pribadi.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, konsumsi bahan bakar bersubsidi untuk kendaraan pribadi mencapai 70 persen. Hal ini tidak terlepas dari meningkatnya jumlah kendaraan pribadi dari tahun ke tahun. Tercatat, jumlah mobil pribadi pada 2015 telah mencapai 13.480.973 unit sementara sepedamotor telah mencapai 98.881.267 unit.

Banyaknya jumlah kendaraan tersebut menyebabkan kemacetan semakin parah. Untuk mengatasi kemacetan dan mengurangi konsumsi bahan bakar untuk kendaraan pribadi maka pemerintah pun melakukan beberapa langkah pencegahan. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas transportasi umum dengan memperbaiki kenyamanan, keamanan serta ramah lingkungan.

“Selain itu kami juga menjalankan program aksi seperti kepatuhan pengoperasian kendaraan, pembatasan kecepatan, standar keselamatan, uji berkala dan sebagainya,” Nurhadi Unggul Wibowo, Kasubdit Teknologi Sarana Angkutan Kementerian Perhubungan.

Sayangnya, dengan kebijakan untuk meningkatkan kualitas kendaraan umum, maka industri otomotif yang selama ini menyumbang pendapatan negara menjadi terancam. Meski demikian, Nurhadi menyebutkan bahwa kondisi tersebut bukanlah kondisi yang diharapkan.

“Hal tersebut akan diatur dalam regulasi agar keduanya berkembang sesuai dengan yang diharapkan, tentunya kita berharap keduanya dapat dikolaborasikan,” tambahnya.

Namun Hadi Budianto, Wakil Ketua Umum III Bidang Industri & Teknologi Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia menyatakan sebaliknya. Ia menyebutkan, bahwa adanya pembatasan kendaraan justru menjadi sebuah peluang untuk mengembangkan industri otomotif dalam negeri.

“Pembatasan kendaraan adalah sebuah solusi, bukan masalah. Pertumbuhan malah bisa menggantikan kendaraan tua. Jadi yang sudah tua maka akan digantikan dengan kendaraan baru. Ini sudah diterapkan di Singapura dan berhasil,” ungkapnya.

Menurutnya, kendaraan tua memang sudah seharusnya tidak beroperasi karena suku cadang kendaraan hanya disediakan hingga usia kendaraan mencapai 10 tahun. Selain itu banyak pula kendaraan tua yang justru tidak digunakan. [Adi/Ikh]

Temukan mobil idaman di Mobil123        
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual