Kendaraan Menyumbang 13 Persen Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia

Berita Otomotif

Kendaraan Menyumbang 13 Persen Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia

JAKARTA - Emisi gas rumah kaca di Indonesia diperkirakan akan tumbuh seiring dengan bertambahnya kendaraan. Pertumbuhan emisi gas rumah kaca bisa berdampak buruk pada kesehatan masyarakat.

Mohammad Islah, Unit Pendidikan dan Pengkaderan Walhi dalam acara Curhat Otomotif 2016 "Menuju Industri Otomotif Indonesia Semakin Hijau", mengatakan saat ini kendaraan bermotor baik roda dua dan roda empat atau lebih di Indonesia menyumbang emisi gas rumah kaca sebesar 13 persen.

Hal ini sudah sangat mengkhawatirkan bagi kesehatan manusia, terlebih Indonesia disesaki kendaraan penumpang roda empat dan roda dua yang jumlahnya melebihi alat transportasi lain.

"Di dalam lingkungan, kendaraan bermotor penyumbang utama, dia (kendaraan bermotor) menyumbang 23 persen emisi gas rumah kaca untuk global dan 13 persen emisi gas rumah kaca di nasional. Ini berefek pada kesehatan sangat tinggi, bisa menimbulkan influenza. Dia (polusi) tidak mendadak datangnya (menimbulkan penyakit), tapi dalam jangka waktu lama," kata Islah di Balai Sarwono, Jakarta Selatan, Kamis (21/1/2016).

Untuk itu, Islah menyarankan pemerintah membuat regulasi untuk menahan laju kendaraan pribadi dan roda dua melainkan meningkatkan alat transportasi massal seperti bus. Tujuannya agar tidak mengancam kesehatan masyarakat. Di samping itu, pemerintah setidaknya menciptakan BBM berstandar Euro4 atau lebih.

Di Indonesia, setelah regulasi emisi ditetapkan akan membuat kondisi udara lebih baik. Memang langkah tersebut tidak mudah, namun harus ada gerakan progresif demi membuat udara lebih bersih.

"Kita harus lebih maju tapi harus progresif, misal melompat. Artinya kalau kemarin masih Euro1 atau Euro2, jadi jangan ke Euro3, langsung ke Euro4 atau Euro5. Kendala pasti ada. Harus banyak hal yang harus dilakukan," ucapnya.

"Kesehatan manusia Indonesia masih di bawah negara-negara maju. Maka rekomendasi kami mengarah industri otomotif yang memproduksi bus-bus besar. Industri di Indonesia harus didorong ke arah sana, guna tepenuhinya transportasi secara massal," tutup Islah. [Ikh/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter


M Ikhsan

M Ikhsan

Pria ini sangat menyukai dunia otomotif karena sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. Seperti para jurnalis otomotif lainnya, saya suka‬ pekerjaan yang mendetail dan suka dengan aktivitas outdoor yang penuh tantangan. Impian saya adalah mengoleksi supercar Italia, meski sekarang hanya bisa mengoleksi die cast. Tapi saya percaya suatu saat nanti, satu supercar akan terparkir di garasi rumah. ‎


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual