Kemacetan Panjang di Tol Brebes Siksa Pemudik

Berita Otomotif

Kemacetan Panjang di Tol Brebes Siksa Pemudik

BREBES – Kemacetan panjang menjelang keluar tol Brebes Timur menyiksa para pemudik. Terbilang antrean kendaraan mencapai 20 kilometer guna mencapai gerbang tol Brebes Timur.

Pintu tol Brebes yang terkenal dengan sebutan Brexit ini berubah menjadi momok menyeramkan bagi para pemudik tahun ini. Alih-alih lebih cepat untuk sampai ke kampung halaman, mereka justru tertahan berjam-jam di jalanan bebas hambatan.

Baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, tol ini memang mengundang rasa penasaran masyarakat yang melakukan mudik lebaran menuju sejumlah tujuan. Fasilitas jalan tol baru ini menawarkan solusi bagi para pemudik.

Rekayasa lalu lintas diterapkan oleh pihak kepolisian guna mengurai kemacetan parah. Namun banyaknya kendaraan yang melintas membuat upaya tersebut gagal total. Mobil123.com yang ikut merasakan pengalaman melalui tol Cipali harus tertahan selama 7 jam.

Kepadatan kendaraan sebenarnya telah terasa sejak tol Cikampek. H-5 memang belum menjadi puncak arus mudik 2016. Namun kondisi jalan selepas gerbang tol Palimanan cukup padat sehingga memaksa kendaraan berhenti total.

Bahu jalan yang sejatinya merupakan tempat bagi kendaraan yang mengalami keadaan darurat, dipakai para pemudik. Hal ini cukup menggangu karena masyarakat sekitar memanfaatkan bahu jalan sebagai ajang mencari nafkah.

Kehadiran para pedagang dadakan ini berguna bagi sebagian pemudik. Di balik semua itu, cara yang dilakukan mereka cukup berbahaya dan terlebih menyisakan sampahnya pada seluruh ruas jalan tol.

Rest area yang fasilitasnya kurang memadai ini menambah panjang buruknya persiapan para pemudi. Pada kondisi ini, pemudik bisa saja mengalami gejala dehidrasi. Berita mengejutkan datang dari seorang wanita pauh baya yang meregang nyawa ketika hendak berkunjung ke kampung halaman melalui tol Cipali.

Usai tol Brebes Timur, kondisi lalu lintas tidak kunjung membaik. Pihak kepolisisan yang melakukan sistem buka tutup semakin kewalahan. Panas terik matahari membuat kondisi fisik sebagai pemudik mengalami dehidrasi.

Jelang memasuki gerbang tol Brebes Timur, terlihat masyarakat sekitar memanfaatkan peluang dari momen mudik Lebaran 2016. Macet dapat membuat pasokan bahan bakar kendaraan terbuang percuma.

Guna menyiasatinya, sebagian masyarakat menawarkan bahan bakar tambahan. Tidak tanggung-tanggung, mereka mematok harga yang cukup tinggi. Untuk menebus satu liter bahan bakar, pemudik harus membayar seharga Rp 25 - Rp 100 ribu.

Mereka juga memasang toilet dadakan pada sawah miliknya. Dengan fasilitas seadanya, pemudik tetap memanfaatkan adanya ruangan semi permanen tersebut. Catatan mudik tahun ini menjadi pengalaman tersendiri bagi para pemudik. [Dew/Ikh/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual