Mobil123.com
Aplikasi Mobil123.com
Prediksi Harga Kendaraan Anda
4.4
33,336

Kelebihan dan Kekurangan Nissan X-Trail T31, Mobil Dinasnya Para Perwira Polisi dan TNI

Panduan Pembeli

Kelebihan dan Kekurangan Nissan X-Trail T31, Mobil Dinasnya Para Perwira Polisi dan TNI

Nissan X-Trail T31 meluncur sejak 2009 hingga 2014. Nissan X-Trail generasi kedua ini menjadi salah satu SUV Jepang yang harga bekasnya cukup terjangkau. Nissan X-Trail  masuk kategori medium SUV yang nyaman dan handal untuk situasi perkotaan dan medan offroad ringan.

Desain X-Trail generasi kedua ini khas SUV modern yang tegas dan mengkotak, namun guratan garis desainnya membuat mobil ini tidak terlihat kaku. Desainnya terbilang masih cukup keren, untuk ukuran mobil yang sudah berusia lebih dari 10 tahun.

Nissan X-Trail merupakan SUV monocoque (monokok), yaitu bodinya menyatu dengan sasis. Jenis mobil bertipe monokok cenderung lebih bagus meredam gaya kejutnya saat melewati jalan tanah berbatu.

Performa mesin yang cukup mumpuni, suspensi empuk, dipadu dengan transmisi CVT yang halus dipadukan penampilannya yang gagah membuat Nissan X-Trail sering diandalkan oleh pejabat kepolisian dan juga Tentara Nasional Indonesia sebagai mobil dinas para perwira. 

Soal performa pun cukup mantap, dengan dukungan mesin bertenaga besar. Nissan X-Trail T31 dibekali mesin bensin 2.5 liter dan 2.0 liter. Sebagai sebuah SUV medium, tentunya fitur yang dimiliki oleh Nissan X-Trail T31 termasuk komplit.

Di balik penampilannya maskulin, X-Trail T31 juga tak lepas dari kelemahan. Bagi kalian yang berminat membeli X-Trail T31,  mari simak tulisan di bawah ini.

Kelebihan Nissan X-Trail T31, Tampang Gagah dan Nyaman Untuk Sebuah SUV

Salah satu faktor yang membuat X-Trail T31 ini masih layak diburu adalah faktor kenyamanan yang jadi keunggulannya. X-Trail generasi kedua memakai suspensi MacPherson Strut dengan Stabilizer bar di bagian depan, lalu di bagian belakang ada suspensi Multi-Link Stabilizer Bar. Dengan kedua suspensi tersebut, mobil ini semakin terasa nyaman meski melalui jalan terjal dan berlubang sekalipun.

Interior yang Luas

 

Masih berkaitan dengan kenyamanan, area kabin pun ikut mendukung kenikmatan berkendara. Ini karena X-Trail terkenal punya jok pengemudi dan penumpang yang busanya tebal dan dilapis dengan bahan kulit yang lembut.

Kursinya didesain ergonomis untuk menopang tubuh penggunanya dalam waktu lama. Posisi duduknya pas, tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, dengan visibilitas ke arah depan samping serta belakang juga cukup luas.

Nissan X-Trail T31 mengusung dua baris kursi, dan ini membuat dimensinya terbilang besar. Kabin tersebut sangat lapang dengan banyaknya ruang tersisa pada ruang kaki dan kepala pada baris pertama dan kedua sehingga para penumpang bebas bergerak sesuka hati. 

Panel instrumen yang tadinya ada tengah dan ikonik di seri T30 akhirnya dinormalisasi kembali ada di balik setir pada seri T31. Pada konsol tengah terdapat ruang untuk head unit 2DIN dan pengaturan untuk AC. Desainnya sederhana, serba kotak, tapi tidak kuno seperti mobil 90-an.

Untuk SUV bekas dengan harga di bawah Rp150 juta, fitur yang dimiliki X-Trail T31 sudah sangat oke. Pada panel instrumen telah terpampang layar Multi Information Display yang diapit speedometer dan tachometer. 

Pengaturan AC mobil terbilang lengkap untuk arah semburannya serta dilengkapi dengan heater. Head unit X-Trail T31 versi facelift telah menggunakan monitor, namun belum layar sentuh yang mendukung CD, radio AM/FM, TV dan SD Card.  

Nissan X-Trail T31 juga dilengkapi dengan fitur keselamatan yang mumpuni. Sebut saja ada ABS, EBD, dan BA serta Dual SRS Airbag. 

Desain yang Maskulin

Aspek terakhir ini bisa disebut keunggulan dari X-Trail namun tergantung perspektif masing-masing individu. Konsep desain Nissan X-Trail T31 ini kami rasa lebih pas sebagai sebuah SUV. 

Desain maskulin dengan gaya boxy menampilkan suatu ketegasan dan kesan perkasa dari sebuah mobil berkemampuan off road. Headlamp masih berbentuk trapesium yang lebih ramping dengan lampu sorot berbentuk bulat.

Aksen maskulin bisa dilihat dari sudut-sudut bergaya agak kotak, dengan roof rail di sisi atas yang sudah dilengkapi lampu sorot pada tipe XT. Panel body pilar C dibuat tebal, dengan sudut lekuk kaca belakang bergaya kaku.

Punya Dua Opsi Mesin yang Tenaganya Oke

Nissan X-Trail T31 dibekali dua varian mesin bensin, masing-masing berkapasitas 2.0 dan 2.5 liter. Opsi mesin 2.5 liter berkode QR25DE dapat menghasilkan tenaga maksimal sebesar 170 Hp/6.000 rpm dan torsi bahan bakar yang dihasilkan mencapai 237 Nm/4.000 rpm.

Sementara itu untuk opsi mesin yang lebih kecil hadir dengan kapasitas 2.0 liter dengan kode MR20DE yang dapat menghasilkan tenaga maksimal sebesar 139,3 hp/ 6000 rpm dan torsi yang dihasilkan mencapai 198 Nm/4000 rpm. 

Tenaganya cukup besar dan didistribusikan ke roda depan melalui transmisi CVT atau manual 5-percepatan ke roda depan. Pemakaian transmisi CVT ini bertujuan supaya akselerasinya halus dan tanpa jeda.

Tersedia juga pilihan model yang memakai gearbox manual 6-percepatan. Bagi yang ingin sensasi responsif saat perpindahan gigi.

Kekurangan Nissan X-Trail T31, Kaki-kaki dan Transmisi Sedikit Ringkih

Sebagai sebuah SUV, Nissan X-Trail generasi kedua tergolong mobil yang kurang tangguh karena fokusnya yang dibuat mengejar kenyamanan. Habitat X-Trail T31 ini lebih ideal cenderung di wilayah perkotaan.

Alasannya, rancangan kaki-kaki mobil ini dikembangkan sepenuhnya di Jepang yang kondisi infrastruktur jalan jauh lebih baik daripada Indonesia. Desain crossmember di X-Trail T31 cukup rumit karena sistem link. Racksteer di T31 juga kalah perkasa daripada era T30 karena sudah memakai electronic power steering. 

Pada bagian kaki-kaki, bushing member depan dan bushing lower arm T31 mudah pecah. Kerusakan tersebut disebabkan medan jalan di Indonesia yang membuat bushing arm bekerja terlalu keras. 

Transmisi CVT Tak Setangguh Matic Konvensional

Kelemahan lain yang patut diwaspadai dari Nissan X-Trail T31 ada pada bagian transmisi CVT. Pengguna ada yang mengeluhkan nggak bisa maju atau mundur. Penyebabnya karena kebiasaan berkendara yang 'jorok', sehingga menyiksa kerja CVT. 

Pengemudi sering main kickdown dan hard braking tiba-tiba. Kondisi kerja keras pada CVT ini akan mengakibatkan selip pada transmisi. Dinding pulley akan cepat aus tergerus belt baja dan menyebabkan selip. 

Kalau dibiarkan, kerja transmisi CVT ikut terganggu karena pulley sulit memutar belt karena selip. Kondisi aus ini kalau dibiarkan membuat belt baja juga rentan putus. 

Makin riskan lagi, sistem pengatur suhu CVT dibuat terhubung dengan radiator. Volume coolant di Nissan X-Trail  T31 berkurang jadi 8 liter, dan digunakan juga sebagai pemanas/pendingin CVT.

Ini membuat gejala overheat lebih gampang terjadi pada T31 dan bisa mempengaruhi pada kinerja CVT yang failed save atau mereduksi tenaga secara otomatis untuk pengaman. 

Jadi, kalian yang berminat membeli T31 harus menjaga kemampuan pendinginan, baik itu radiator, coolant, waterpump dan sebagainya supaya suhu tetap terjaga. 

(YS)



Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang