Kebijakan Energi Bergantung pada Keputusan Politik

Berita Otomotif

Kebijakan Energi Bergantung pada Keputusan Politik

JAKARTA – Diskusi menarik yang digelar Forum Wartawan Otomotif (FORWOT) dengan tema “Tantangan Menuju Euro 6” kemarin (27/7) bermuara pada kesimpulan bahwa semua kebijakan mengenai energi bergantung sepenuhnya pada pemerintah.

Hal ini diungkapkan dengan gamblang oleh wartawan otomotif senior Munawar Chalil di awal diskusi. Melihat kondisi Indonesia saat ini, ia berpendapat bahwa masalah polusi udara bukan merupakan agenda utama dari pemerintah.

“Hanya pemerintah berkuasa yang bisa melakukan penghapusan BBM berkualitas rendah di pasaran. Namun ini memang bukan kebutusan yang populis karena bakal mendapat tekanan dari berbagai pihak dan jelas akan menurunkan citra pemerintah,” jelas pria yang akrab disapa bang Chalil.

Ia memperkuat argumentasinya bahwa jika pemerintah terus menyediakan BBM murah dengan kualitas rendah itu justru akan merugikan rakyat di masa depan. Perlahan tapi pasti ini menjadi bom waktu yang bakal menyengsarakan rakyat.

Pernyataannya diperkuat dengan data yang ditampilkan Ahmad Safrudin dari Komite Penghapusan Bensin Timbal (KPBB). Dari slide yang ditayangkan, dampak polusi udara terbesar di Indonesia 47% disumbang oleh kendaraan bermotor dan Jakarta menjadi  kota dengan pencemaran terparah.

“Korban meninggal per hari dari pencemaran udara mencapai rata-rata 165 orang, ini lebih parah dari korban Narkoba dengan rata-rata korban meninggal 50 orang per hari. Dan pemerintah juga harus menanggung lebih dari Rp 38 triliun untuk membiayai pengobatan masyarakat terdampak dari polusi udara,” jelas pria yang akrab dipanggil Puput.

Pakar teknologi otomotif dan konsultan Pertamina Tri Yus Widjajanto mengambil contoh negara-negara yang dengan ketat menjaga tata aturan mengenai polusi udara. Karena letak geografisnya, negara-negara di Scandinavia rentan akan pencemaran polusi udara

“Di kawasan tersebut sudah menetapkan di tahun 2020 tak lagi ada emisi gas buang. Pemerintah negara-negara Skandinavia memutuskan hanya akan menggunakan kendaraan listrik yang menjadi alat transportasi di sana,” jelas Yus.

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter
 



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual