Toyota C-HR Hanya Terjual Puluhan Unit per Bulan, Ini Sebabnya

Berita Otomotif

Toyota C-HR Hanya Terjual Puluhan Unit per Bulan, Ini Sebabnya

JAKARTA – Toyota mengatakan bahwa C-HR memang sengaja diposisikan untuk segmen pasar dengan potensi volume kecil.

C-HR meluncur di Indonesia pada 10 April 2018. Toyota hanya membawa satu varian bermesin bensin 1.8-liter dengan dua tipe, Single Tone dan Dual Tone dan kini dijual dengan harga on-the-road Jakarta masing-masing Rp 488.650.000 dan Rp 490.150.000.

Data penjualan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa sepanjang tahun lalu C-HR terdistribusikan sebanyak 441 unit. Seluruhnya dikontribusikan oleh tipe Single Tone.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan bahwa transaksi jual-beli C-HR rata-rata adalah 30 – 40 unit per bulan. Toyota sendiri mengaku tidak khawatir dengan angka minim tersebut.

Pasalnya, model yang telah menggunakan platform Toyota New Global Architecture (TNGA) ini memang bukan dipasang sebagai pendulang volume.

“Kami punya beberapa macam SUV. Kami punya Rush, Fortuner, Land Cruiser. Untuk model pendulang volume utama, kami lebih banyak mengandalkan Rush dan Fortuner. C-HR memang lebih banyak kami arahkan ke pasar yang segmented serta niche. Jadi, kami memang tidak mengharapkan volume sangat besar,” ucap dia beberapa waktu lalu di Jakarta.

Pemosisian harga C-HR yang hampir Rp 500 juta sendiri sesungguhnya cukup mengejutkan karena mendekati Fortuner. Pasalnya, di pasar luar negeri, C-HR kerap diperbandingkan dengan SUV medium semisal Honda HR-V plus Mazda CX-3.

Berdasarkan penelusuran Mobil123.com, banderol on-the-road Jakarta CX-3 saja adalah Rp 394.800.000 dan Rp 442.800.000 untuk kedua variannya. Sementara itu, banderol HR-V 1.8-liter adalah Rp 400.000.000 bagi satu varian yakni Prestige.

Fitur-fitur antara C-HR, HR-V 1.8-liter, maupun CX-3 juga tak berbeda jomplang. Namun, desain eksterior C-HR sangat menonjol serta agresif hingga di pasar luar negeri model tersebut bisa merayu pembeli yang tak suka Toyota.

Adapun target Toyota untuk C-HR di Indonesia adalah pembeli emosional.

“Harapan kami dengan adanya C-HR adalah (mengambil hati) orang-orang tertentu yang ingin tampil lebih stylish, ingin lebih beda,” tutup Anton. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support