Kampas Rem Belakang N-Max Cepat Habis, Ini Penjelasan Yamaha

Berita Otomotif

Kampas Rem Belakang N-Max Cepat Habis, Ini Penjelasan Yamaha

JAKARTA – Kampas rem belakang Yamaha N-Max cepat habis karena menggunakan bahan non asbes yang sesuai dengan regulasi pemerintah.

Pengguna Yamaha N-Max seringkali mengeluhkan kampas rem belakang mereka yang cepat habis. Beberapa pelanggan bahkan mengalami kerusakan pada perangkat pengereman kendaraan tersebut.

Yamaha N-Max menggunakan rem belakang dengan teknologi single disk brake. Dikatakan oleh M. Abidin selaku General Manajer After Sales & Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), kampas rem tersebut dibuat sesuai dengan regulasi pemerintah.

“Soal kampas rem kami terikat dengan regulasi pemerintah yang menganjurkan penggunaan benda non asbes. Ini maksudnya lebih kepada peduli lingkungan jadi kami memilih tidak menggunakannya,” ujar Abidin saat ditemui di peresmian Ohlins Flagship Shop kemarin (16/04/2017).

Menurutnya jika ingin peranti pengereman lebih awet, konsumen dapat menggunakan komponen aftermarket yang mengandung asbes. Namun Abidin tidak menyarankan penggunaan benda berbahaya tersebut.

“Konsumen bisa saja pakai (kampas rem) yang menggandung asbes. Tapi kami tidak menyarankan penggunaan asbes itu. Biker yang memilih kampas rem berbahan asbes berarti tidak peduli lingkungan,” jelas Abidin.

Untuk diketahui, bantalan rem berbahan asbes sudah digunakan pada kendaraan pada waktu yang lama. Asbes dipilih karena mampu menyerap dan melepaskan panas saat terjadi gesekan pada permukaan rem. 

Yang menjadi masalah adalah ketika permukaan asbes terkikis saat penggunaan dan menciptakan debu yang berbahaya untuk kesehatan terutama pernafasan. Bayangkan di jalan yang padat, ketika pengendara aktif menggunakan rem, berapa banyak partikel asbes yang beredar di udara. 

Dan pasti kita pengguna jalan memiliki potensi besar untuk menghirup debu asbes yang beredar di udara. Untuk itu pemerintah melarang penggunaan asbes pada bahan kanvas rem untuk produsen kendaraan di Indonesia.

Atas dasar ini, kini pabrikan termasuk Yamaha memilih menggunakan rem organik. Biasanya bahan-bahan yang digunakan adalah kaca, karet serta resin.

Bahan-bahan ini juga memiliki keunggulan dalam menahan panas tinggi saat rem bekerja. Dan juga memiliki debu yang ramah lingkungan.

Sayangnya bahan ini memiliki kelemahan yakni bahannya cenderung lebih lembut sehingga lebih mudah aus atau terkikis.    

Sejatinya ada satu bahan lagi yang ramah lingkungan yakni kevlar. Bahan ini memiliki segala keunggulan yang dibutuhkan oleh bantalan rem namun memiliki harga mahal.

Selain masalah penggunaan material, karakter pengguna sendiri menentukan cepat habisnya kampas rem belakang tersebut. Seringkali para pengendara tidak sadar jika tuas rem belakang yang berada di sebelah kiri alat kemudi tertekan.

Yamaha N-Max sebagai skutik berbodi gambot masih menjadi idola di Tanah Air. Sejak diluncurkan pada 2015 silam, penjualan sepedamotor tersebut terus mengalami peningkatan. Tercatat pada akhir 2016 Yamaha N-Max terjual 254 ribu unit.  [Dew/Ari]

Temukan mobil idaman di Mobil123          
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual