Kaleidoskop 2021: Pajak Sedan Tak Lagi Dianaktirikan

Berita Otomotif

Kaleidoskop 2021: Pajak Sedan Tak Lagi Dianaktirikan

JAKARTA - Mulai pertengahan Oktober 2021, pajak sedan yang sejak lama dibedakan akhirnya menjadi sama dengan mobil-mobil jenis lain.

Sebelum ini, sejak masa Orde Baru, Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) sedan dengan sengaja dibuat jauh lebih tinggi. Soalnya, sedan dianggap sebagai jenis kendaraan yang lebih mewah dengan kapasitas muatan sedikit.

Pemerintahan Orde Baru ingin mengarahkan pasar mobil Indonesia ke mobil-mobil berkapasitas lebih besar hingga bisa mengangkut lebih banyak orang atau barang. Alhasil, PPnBM sedan sejak lama dimulai dari 30 persen, sedangkan model-model lainnya dimulai dari 10 persen saja.

Segmen low cost green car (LCGC) yang diinisiasi Pemerintah pada 2013 bahkan mendapatkan PPnBM 0 persen.

pajak sedan Toyota Corolla Altis

“Dari dulu, kan, konsepnya mobil itu barang mewah. Oleh karena itu, kita sebelumnya ada diskriminasi antara multi purpose vehicle (MPV) dengan yang passanger car (mobil penumpang, istilah lawas untuk sedan—Red) karena bentuknya sedan itu dianggap mewah,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani ketika menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show 2019, menurut catatan Mobil123.com.

Kebijakan itu akhirnya direvisi lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 juncto PP Nomor 74 Tahun 2021 yang berlaku per 16 Oktober kemarin. Sembari memberikan tarif PPnBM istimewa pada mobil-mobil berteknologi elektrifikasi, pemerintah menyamakan pula tarif untuk sedan dengan model-model lain.

Sekarang, tarif PPnBM semua jenis kendaraan penumpang bermesin konvensional di luar segmen LCGC dimulai dari 15 persen. Ini berlaku mulai dari sedan, MPV, sport utility vehicle (SUV), hingga hatchback.

Tarif PPnBM makin tinggi jika kapasitas mesin maupun emisi gas buangnya juga makin besar.

Mobil-mobil konvensional di segmen low cost green car (LCGC) masih diistimewakan oleh pemerintah. Meski tak lagi bebas PPnBM, tarifnya hanya 3 persen saja.

Tarif PPnBM anyar ini sendiri belum berlaku secara merata. Pasalnya, sejak Maret-Desember, Pemerintah memberikan diskon PPnBM 100 persen bagi mobil-mobil rakitan dalam negeri bermesin 1.500 cc ke bawah dengan komponen lokal minimal 60 persen.

Ada pula diskon PPnBM 50 persen atau 25 persen--tergantung sistem penggerak roda--bagi mobil-mobil rakitan negeri sendiri bermesin 1.501-2.500 cc dengan komponen lokal minimal 60 persen.

Oleh sebab itu, ada model-model yang baru menerapkan tarif PPnBM baru per 1 Januari 2022.

Kini, pelaku industri bersama Kementerian Perindustrian malah mengajukan lagi usul baru PPnBM 0 persen permanen kepada Kementerian Keuangan. Syaratnya ialah komponen lokal minimal 80 persen, harga di bawah Rp250 juta, dan mesin tidak lebih dari 1.500 cc.

Di tengah situasi yang dinamis tersebut, tetap saja, harga berbagai model sedan terpantau turun per 16 Oktober berkat tarif PPnBM baru. Banderol model-model sedan Toyota, misalnya, turun dari mulai puluhan sampai ratusan juta rupiah. [Xan/Dms]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil bekas berkualitas <<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar