Kaleidoskop 2021: Harga Mobil Beramai-ramai Turun karena Diskon PPnBM

Berita Otomotif

Kaleidoskop 2021: Harga Mobil Beramai-ramai Turun karena Diskon PPnBM

JAKARTA - Tak afdal rasanya berkilas balik mengenai pasar mobil 2021 tanpa menyinggung ‘diskon’ Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Insentif dari pemerintah ini menurunkan harga banyak model kendaraan serta mendongkrak penjualan di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga pergi.

Berdasarkan catatan pemberitaan Mobil123.com, insentif ‘bernama resmi’ PPnBM Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) tersebut sebenarnya sudah diusulkan para pabrikan otomotif melalui Kementerian Perindustrian pada tahun pertama masuknya pandemi di Tanah Air pada 2020.

Setelah sempat ditolak, akhirnya insentif PPnBM diberikan pemerintah sejak Maret 2021.

Pada permulaan, bentuk stimulus hanya satu yakni pengurangan PPnBM sebanyak 100 persen untuk mobil-mobil penumpang rakitan dalam negeri berkapasitas mesin 1.500 cc ke bawah. Ditetapkan pula syarat komponen lokal minimal 70 persen yang kemudian direvisi menjadi 60 persen.

Mitsubishi Xpander

Lalu, pada April, menyusul satu bentuk stimulus lain yakni pengurangan PPnBM 50 persen atau 25 persen dari tarif normal--tergantung jenis sistem penggerak rodanya--bagi mobil-mobil penumpang rakitan dalam negeri bermesin 1.501-2.500 cc dengan komponen lokal paling sedikit 60 persen.

Awalnya, kedua kategori insentif PPnBM tersebut ingin dikurangi perlahan-lahan. Namun, pemerintah beberapa kali melakukan perpanjangan hingga akhirnya terus berlaku sampai Desember 2021.

Puluhan model masuk daftar, termasuk di antaranya model-model populer di rentang harga Rp200 jutaan seperti Toyota Avanza, Toyota Rush, Daihatsu Xenia, Daihatsu Terios, Mitsubishi Xpander.

Dua model baru berbanderol Rp200 juta yang meluncur pada April, Toyota Raize maupun Daihatsu Rocky, sudah pula tercantum dalam daftar sejak Maret.

Pada pertengahan Oktober, pemerintah merevisi daftar penerima diskon PPnBM mobil baru. Masuklah model-model low cost green car (LCGC) yakni Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Toyota Calya, Daihatsu Sigra, dan Honda Brio Satya yang mendapatkan diskon PPnBM 100 persen.

Seandainya tidak masuk daftar tersebut, model-model LCGC per 16 Oktober mulai dikenakan tarif PPnBM baru sebesar 3 persen seperti yang diatur Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 juncto PP Nomor 74 Tahun 2021.

Akhirnya, pengenaan tarif PPnBM 3 persen itu diundur ke Januari 2022.

Segmen ini sendiri diinisiasi pemerintah pada 2013 sebagai mobil murah ramah lingkungan dengan komponen lokal amat tinggi dan sempat lama menikmati pembebasan PPnBM.

Insentif PPnBM dari pemerintah, menurut eksekutif-eksekutif pabrikan roda empat dalam berbagai kesempatan, berhasil mendorong penjualan tahun ini di tengah pandemi.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (distribusi ke diler/untuk stok) periode Januari-November meroket 66,5 persen year on year/yoy menjadi 790.524 unit.

Sementara itu, penjualan retail (distribusi diler ke konsumen) melonjak 49,5 persen menjadi 761.861 unit.

Angkanya sudah melampaui target penjualan mobil dari Gaikindo untuk 2021 sebesar 750 ribu unit. Para pelaku industri mempercayai penjualan tahun ini bisa ditutup di 800-850 ribu unit.

Sebagai perbandingan, pada 2020, penjualan wholesales maupun retail turun sekitar separuh dari 1 jutaan unit menjadi 500 ribu-an unit gara-gara pandemi. [Xan/Dms]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil bekas berkualitas <<<<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar