Ekspor Suzuki Meningkat Berkat APV dan Karimun Wagon R T

Berita Otomotif

Ekspor Suzuki Meningkat Berkat APV dan Karimun Wagon R T

JAKARTA – Suzuki mulai menunjukkan keseriusannya dalam menggarap pasar ekspornya, terbukti dengan besarnya marketshare ekspor yang berhasil didapatkan.

Sebanyak 63.863 unit kendaraan CBU dan CKD berhasil dikirim ke berbagai negara. Jumlah tersebut setara dengan 35 persen dari total penjualan kendaraan Suzuki di Indonesia selama tahun 2018 lalu atau 12,1 persen lebih tinggi dari target sebelumnya.

Di tahun lalu, Suzuki berhasil mengekspor sebanyak 24.924 unit mobil secara utuh (CBU). Suzuki APV pun menjadi yang terbesar untuk ekspor CBU dengan perolehan penjualan sebesar 13.891 unit. Menariknya, dari jumlah tersebut sedikitnya ada 1.418 unit yang berhasil diekspor ke Vietnam padahal regulasi di negara tersebut terbilang sangat ketat.

Suzuki Ertiga pun menjadi model kedua terbesar yang berhasil diekspor oleh Suzuki. Tercatat Suzuki Ertiga generasi lama berhasil diekspor sebanyak 6.388 unit sementara all-new Suzuki Ertiga berhasil diekspor sebanyak 4.645 unit.

Berbeda dengan versi CBU, ekspor Suzuki dalam bentuk CKD justru dikuasai oleh Karimun Wagon R. Tercatat, dari 38.944 unit mobil yang diekspor dalam bentuk CKD, 32.352 unit diantaranta adalah Karimun Wagon R. Jumlah tersebut meningkat sebesar 20,14 persen dibanding tahun lalu. Posisi kedua diraih oleh Suzuki Carry yang berhasil mencatatkan jumlah ekspor sebesar 4.056 unit.

Jumlah ini diharapkan akan meningkat di tahun 2019. Suzuki menargetkan akan mengkspor sebanyak 67 ribu unit kendaraan (CBU dan CKD) ke 52 negara di seluruh dunia. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar