Jokowi Revisi Pajak, Rencana Mobil Hybrid Murah Toyota Bagaimana?

Berita Otomotif

Jokowi Revisi Pajak, Rencana Mobil Hybrid Murah Toyota Bagaimana?

JAKARTA – Toyota masih mempelajari dampak revisi pajak pemerintah terhadap seluruh rencana peluncuran model baru di Indonesia, baik hybrid maupun konvensional.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2021 pada 2 Juli 2021 kemarin.

Dalam regulasi yang berlaku mulai 16 Oktober 2021 tersebut, pajak mobil hybrid dan plug-in hybrid (PHEV) dibuat lebih tinggi daripada yang tercantum dalam aturan sebelumnya yakni PP Nomor 73 Tahun 2019, meski tetap lebih ‘istimewa’ ketimbang mobil konvensional. Sementara itu pajak untuk mobil listrik tetap.

Presiden Jokowi revisi Pajak Mobil Hybrid dan PHEV, bukan pajak mobil listrik

Sejak munculnya wacana pemerintah mendorong era elektrifikasi kendaraan di Indonesia ke permukaan beberapa tahun lalu, Toyota sudah menyatakan pilihan mereka untuk fokus dulu di teknologi mobil hybrid.

Pada 2019, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy juga mengatakan adanya studi untuk memperkenalkan mobil hybrid murah di Nusantara pada masa depan.

Merespons perubahan perpajakan yang dilakukan pemerintah, Anton mengaku perlu melakukan kalkulasi efek secara menyeluruh terlebih dahulu ke rencana peluncuran model baru Toyota. Pasalnya, mulai Oktober nanti, pajak untuk mobil-mobil konvensional pun berubah.

Toyota fokus pada mobil hybid di Indonesia

“Saat ini memang masih disiapkan dan dihitung secara total karena perubahan tarif pajaknya tidak hanya akan berdampak di produk elektrifikasi, tapi secara lebih luas juga akan mempengaruhi produk-produk lain. Ini karena rencananya (pajak mobil konvensional) juga akan melihat emisi maupun efisiensi bahan bakar sebagai salah satu faktor,” katanya dalam pesan singkat kepada Mobil123.com, Jumat (9/7/20210).

Jika melihat salinan PP Nomor 74 Tahun 2021 yang didapat Mobil123.com, tidak disebutkan adanya revisi aturan perpajakan untuk mobil penumpang konvensional pada PP Nomor 73 Tahun 2019.

Di antara yang sudah ditetapkan sejak 2019 adalah pajak sedan akan disamakan dengan mobil penumpang lain dan basis utama perpajakan ialah kapasitas mesin plus konsumsi BBM serta produksi emisi gas buang.

Pada 2019, Toyota sudah mengumumkan komitmen investasi tambahan 2 miliar dollar AS (Rp29,08 triliun, 1 dollar AS = Rp14.542,65) untuk rencana elektrifikasi di Tanah Air, khususnya terkait produksi mobil-mobil hybrid. [Xan/Had]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar