Jelang Lebaran, Jasa Marga Siapkan Patroli Udara

Berita Otomotif

Jelang Lebaran, Jasa Marga Siapkan Patroli Udara

JAKARTA – Jasa Marga akan melakukan patroli udara pada sejumlah ruas jalan tol yang berada dalam pengolaannya.

Partroli udara dilakukan untuk memantau arus lalu lintas di jalan tol sehingga Jasa Marga dan pengguna jalan tol bisa mendapatkan informasi secara real time. Tentunya hal ini sangat bermanfaat untuk menghindari terjadinya penumpukan kendaraan.

Guna melakukan patroli udara tersebut, Jasa Marga akan bekerja sama dengan Indonesia Flying Club (IFC). Nantinya mereka akan memantau titik kepadatan di lokasi penyekatan dan pada Gerbang Tol Utama. Pemantauan dilakukan pada periode yang berpotensi terjadi peningkatan volume lalin dibandingkan dengan lalin normal.

Direncanakan akan dilakukan pada 5-6 Mei 2021 dan 16-17 Mei 2021. Patroli udara dilaksanakan sejak pagi hingga sore hari, selama kondisi cuaca memungkinkan. Jenis armada pesawat yang digunakan adalah pesawat Cessna 172P untuk rute Jakarta-Cikampek, Palimanan - Cirebon dan Cessna 152 untuk rute Cirebon, Batang-Semarang-Sragen,” ungkap ungkap Atika Dara Prahita, Operation & Maintenance Management Group Head Jasa Marga.

Jelang Lebaran, Jasa Marga Siapkan Patroli Udara

Selain itu, Jasa Marga bersama BASARNAS juga akan melakukan simulasi penanganan kecelakaan dengan rescue udara. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk peningkatan kemampuan dan kesiapsiagaan tim penyelamatan korban kecelakaan di jalan tol melalui helikopter. ​​Kegiatan simulasi ini akan dilaksanakan di dua lokasi sekaligus, yaitu Km 40B Jalan Layang MBZ (Parking Bay) dan Km 19B Jalan Tol Jagorawi (Eks Gerbang Tol Cimanggis Utama).

“Kami akan melakukan skenario penanganan kecelakaan khusus pada jalan layang dan jalur VVIP karena lokasi tersebut sulit dijangkau ketika terjadi kecelakaan. Ini baru pertama kali dilakukan di jalan tol sesuai inisiasi BASARNAS,” jelas Atika.​

Sebelumnya diberitakan bahwa Jasa Marga memperkirakan akan ada sedikitnya 138.508 kendaraan yang meninggalkan Jabotabek hari ini. Banyaknya jumlah kendaraan tersebut disebabkan besok adalah hari pertama pemberlakuan larangan mudik.

Larangan mudik tersebut dilakukan guna menghindari terjadinya peningkatan kembali Covid-19 di Indonesia. Terlebih dalam beberapa hari terakhir, jumlah kasus aktif di Indonesia mengalami perbaikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. [Adi/Had]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar