Jelang Akhir Tahun, Bogor Terapkan Sistem Ganjil Genap di Kawasan Puncak

Berita Otomotif

Jelang Akhir Tahun, Bogor Terapkan Sistem Ganjil Genap di Kawasan Puncak

Pemerintah kabupaten Bogor menerapkan sistem lalu lintas ganjil-genap di kawasan wisata Puncak Bogor. Sistem ganjil genap ini diterapkan selama masa libur Natal 2021 dan tahun baru 2022.

Pemerintah kabupaten Bogor menerapkan sistem lalu lintas ganjil-genap di kawasan wisata Puncak Bogor. Sistem ganjil genap ini diterapkan selama masa libur Natal 2021 dan tahun baru 2022 (Nataru), dari Senin lalu (20 Desember 2021) hingga hari Minggu, 2 Januari 2022.

Sistem lalu lintas ganjil genap ini sama seperti peraturan di Jakarta, di mana angka terakhir dari plat nomor kendaraan yang digunakan harus sesuai dengan tanggal kendaraan tersebut digunakan. Kendaraan dengan plat bernomor akhir ganjil hanya bisa digunakan pada tanggal ganjil, dan begitu pun sebaliknya.

Penerapan sistem ganjil genap ini, dalam rangka Operasi Nataru 2021, ditujukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah wisatawan dari luar Bogor, dengan mengatur mobilitas dan volume kendaraan pribadi, dan mengurangi kerumunan dan kemacetan. Peraturan ini juga ditujukan untuk menekan kenaikan kasus Covid-19 di Bogor.

Persiapan Satlantas Bogor dalam Penerapan Ganjil Genap

ganjil genap bogor

Foto: Radar Bogor

Satlantas Polres Bogor telah melakukan beberapa persiapan untuk menerapkan sistem ganjil genap di kawasan Puncak Bogor. Kasatlantas Polres Bogor, AKP Dicky Anggi Pranata, menjelaskan mengenai peraturan ganjil genap yang berlaku menjelang akhir tahun ini.

“Ketentuan kendaraan pribadi yang tidak sesuai nomor ganjil atau genap pada hari tersebut akan diputarbalik,” kata AKP Dicky.

Aturan ini, Ia menambahkan, berlaku untuk mobil dan motor. Namun, ada beberapa kendaraan yang dikecualikan.

“Pengecualian untuk Damkar, ambulans atau mobil jenazah, tenaga medis, kendaraan dinas TNI/Polri, angkutan umum, angkutan online, angkutan logistic/sembako, dan kondisi darurat lainnya,” lanjutnya.

AKP Dicky juga menambahkan bahwa Satlantas Polres Bogor sudah menyiapkan 10 posko pemeriksaan ganjil genap dan protokol kesehatan di jalan menuju kawasan wisata Puncak.
AKP Dicky mengatakan, “Kemarin sudah ada formula dan keputusan nanti di Puncak dan sekitarnya akan berlaku ganjil genap serta pemeriksaan swab antigen dan PCR. Di situ (posko) ada pelayanan serta pemeriksaan. Jadi onestop servise semua diperiksa dan ada pelayanan juga. Vaksin juga ada.”

Seperti yang diketahui, wisatawan atau pengendara yang ingin berpergian ke kawasan Puncak Bogor wajib memenuhi syarat perjalanan dengan menunjukkan surat hasil swab test antigen dengan hasil negatif 1 x 24 jam, atau PCR dengan hasil negative 3 x 24 jam, serta menunjukkan bukti telah melaksanakan vaksinasi tahap 1 dan 2, salah satu caranya melalui aplikasi Peduli Lindungi.

Pada posko-posko ini, selain dilakukan pemeriksaan ganjil genap terhadap kendaraan yang lewat, terdapat juga pemeriksaan hasil swab test antigen dan PCR. Selain itu, pelayanan vaksinasi Covid-19 juga tersedia, sehingga wisatawan yang belum divaksin bisa menerima vaksinasi secara gratis.

Kebijakan ini sudah sesuai dengan keputusan pertemuan lima Kapolres di wilayah Puncak Raya, sesuai Kebijakan Menteri Dalam Negeri Nomor 63, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, serta Kebijakan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Berikut 10 lokasi posko ganjil genap yang ada di kawasan wisata Puncak Bogor:

  • Posko Gerbang Tol Cibanon
  • Posko Gerbang Tol Ciawi
  • Posko Simpang Bendungan
  • Posko Simpang Gadog
  • Posko Rainbow Hills
  • Posko Pasir Angin
  • Posko Bellanova
  • Posko Sentul Utara
  • Posko Cigombong
  • Posko Caringin

Selain posko, AKB Dicky Anggi Pranata juga menjelaskan bahwa Satlantas Polres Bogor telah menyiapkan 280 personil gabungan untuk melaksanakan tugas pemeriksaan kendaraan ganjil genap dan pemeriksaan hasil swab test dan PCR selama 24 jam.

"Kami menyiapkan prokes nantinya di tiap exit tol masuk ke wilayah Bogor. Mulai dari exit Sentul Utara dan Selatan, exit Cibanon, exit Ciawi, ecit Caringin dan Cigombong, Pasir Angin, dan Simpang Bendungan. Untuk personil sekira 280 personil gabungan yang disiapkan selama 24 jam," tutur AKB Dicky.
Ganjil Genap Selama Nataru Situasional

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengatakan bahwa sistem rekayasa lalu lintas ganjil genap di jalan tol, jalan nasional, atau jalan alternatif pada masa libur Nataru bersifat situasional sesuai dengan kondisi di lapangan.

Dalam konferensi pers virtual pada hari Senin, 20 Desember 2021, Budi Setiyadi mengatakan bahwa keputusan penerapan sistem rekayasa lalu lintas pada masa libur Nataru ada pada kepolisian.

“Kami siapkan konsep dan skemanya. Namun, untuk eksekusi sangat tergantung pada diskresi kepolisian, dengan contra flow, one way, dan ganjil genap. Ganjil genap kapan dilaksanakan? Ini sangat mungkin dilakukan sepanjang ada penilaian dari kepolisian di lapangan bahwa ganjil genap akan dilakukan,” Budi menerangkan.

Pemerintah sempat menyebutkan pada libur panjang ini akan diadakan aturan ganjil-genap di jalan tol dan jalan non-tol. Skenario ini merupakan wacana yang diajukan Kementerian perhubungan pada rapat kerja dengan DPR, 1 Desember 2021 lalu.

Budi Setiyadi juga menambahkan, pemerintah daerah yang memiliki kawasan pariwisata memiliki kewenangan untuk menentukan pengaturan rekayasa lalu lintas. Pemerintah Bogor, sebagai contohnya, melakukan penutupan pada jalur Puncak untuk mengantisipasi penumpukan wisatawan.

Di lain sisi, Budi Setiyadi memastikan bahwa arus lalu-lintas untuk keperluan logistik tidak akan dibatasi peraturan ini. Jalur untuk angkutan logistik akan dialihkan apabila terdapat penumpukan kendaraan di jalan tol maupun jalan utama.

“Kalau ada peningkatan lalu-lintas menurut penilaian kepolisian, ada kemungkinan kendaraan truk akan dialihkan dari jalan tol ke jalan nasional. Namun ini melihat kebutuhan di lapangan kalau volume cukup tinggi,” katanya.

25 Desember Puncak Tutup?

Bogor Ganjil Genap

Foto: Pikiran Rakyat

Dengan adanya peraturan ganjil genap dan protokol kesehatan yang ketat ini, sebuah pertanyaan muncul: apakah kawasan Puncak akan tutup pada tanggal 25 Desember 2021?
Menanggapi pertanyaan tersebut, Kapolres Bogor, AKBP Harun, memberi kepastian bahwa jalur Puncak, mulai dari Ciawi, Megamendung, hingga Cisarua, tidak akan ditutup. “Kami berlakukan pengalihan arus dan rekayasa lantas lainnya,” jelasnya.

Kasatlantas Polres Bogor, AKP Dicky Anggi Pratama, juga mengatakan bahwa tidak hanya tanggal 25 Desember 2021, malam pergantian tahun pun juga tidak dilakukan penutupan. “Gak ada penutupan, sejauh ini belum ada,” ujar AKP Dicky pada Minggu, 19 Desember 2021.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Bupati Bogor, Ade Yasin, mengatakan bahwa jalur Puncak Bogor akan ditutup petugas gabungan pada malam tahun baru untuk mengurangu kerumunan massa.

“Saat malam pergantian tahun, kita tutup Jalan Raya Puncak seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk dari jam berapa penutupannya, situasional saja tergantung di lapangan," Ade menerangkan.

Sementara itu, Ade Yasin juga mengatakan bahwa pada hari Natal dan Tahun Baru, semua area wisata Puncak diperbolehkan untuk beroperasi, namun terdapat pembatasan pengunjung yang datang ke tempat wisata tersebut. “Pengunjung yang datang saat pergantian tahun baru 2022 maksimal 50 persen dari kapasitas tempat,” ujar Ade Yasin.

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil bekas berkualitas <<<<<<<

Penulis: Andrew Barnabas Panggabean




Berita Utama


Komentar