Jangan Pernah Izinkan Orang Mabuk untuk Mengemudi

Berita Otomotif

Jangan Pernah Izinkan Orang Mabuk untuk Mengemudi

HUDDERSFIELD - Inggris rupanya perah memiliki masalah cukup serius mengenai pengendara mabuk. Hal ini pun membuat pemerintah membuat iklan 50 tahun lalu dengan kalimat “Don’t ask a man to drink and drive” atau “Jangan pernah mengizinkan seseorang untuk minum minuman keras dan sekaligus mengemudi”.

Ya, tercatat sedikitnya ada 25.000 orang meninggal akibat kecelakaan yang disebabkan pengemudi mabuk dan melukai sedikitnya 130.000 orang lain di Inggris. Namun, angka tersebut baru dimulai dari 1979, jumlah sebenarnya pasti jauh lebih tinggi lagi.

Dengan ada iklan tersebut sebenarnya telah berhasil menurunkan angka kecelakaan di Inggris. Namun mengemudi ketika mabuk masih menjadi salah satu pembunuh utama di jalan-jalan negara tersebut.

Pada tahun 1964, Inggris menggunakan kaum perempuan untuk meminta rekan-rekan mereka yang mabuk tidak mengemudi. Pesan yang disampaikan pada tahun tersebut bisa dikatakan masih relevan hingga sekarang, pasalnya laki-laki masih mendominasi korban kecelakaan yang disebabkan pengemudi mabuk (77%).

Meski demikian pada iklan pemerintah di tahun tersebut hanya memeringatkan bahayanya meminum beberapa gelas minuman keras, bukan berhenti minum sama sekali saat berkendara. Brake,  sebuah lembaga mandiri yang menyoroti mengenai keselamatan berlalu lintas, melihat bahwa ini menjadi kesalahan dari iklan tersebut.

Baginya, minuman keras harus sama sekali dihindari ketika mengemudi. Julie Townsend, deputy chief executive, Brake mengatakan bahwa pendidikan ke publik sangat penting untuk menghindari kematian dan luka-luka akibat kecelakaan di jalan dan ini merupakan salah satu tugas Pemerintah

“Karena cukup mengejutkan bahwa meski mereka sudah mengerti akan risikonya, mereka tetap berkendara ketika mabuk. Kita harus bertindak sekarang sebelum semuanya terbat,” ungkapnya.

Meski demikian, jumlah korban jiwa pemabuk yang mengemudi telah menurun dari 1.640 korban jiwa dan 8.300 luka berat di tahun 1979 menjadi 230 korban jiwa dan 1.200 luka berat pada tahun 2012. Jumlah ini dinilai sebagai pengubahan positif yang masih harus dilanjutkan di masa depan. [Adi/Idr]

Temukan Mobil Baru dan Mobil Bekas di sini
Bergabunglah di Facebook dan Twitter Mobil123.com

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual