Jalan Tol Pandaan-Malang Seksi 5 Beroperasi Tanpa Tarif

Berita Otomotif

Jalan Tol Pandaan-Malang Seksi 5 Beroperasi Tanpa Tarif

MALANG - Jalan Tol Pandaan–Malang Seksi 5 (Pakis-Malang) telah beroperasi tanpa tarif sejak Selasa, 7 April 2020 Pukul 21.00 WIB.

Pengoperasian tanpa tarif ini ditujukan sebagai bentuk sosialisasi, khususnya masyarakat di sekitar Surabaya dan Malang. Selama masa uji coba pengoperasian Seksi Pakis-Malang, bagi pengguna jalan tol yang masuk dari Gerbang Tol (GT) Pandaan, Purwodadi, Lawang, atau Singosari menuju Malang, di gerbang tol keluar tetap wajib membayar tarif tol sampai dengan GT Pakis

Begitu juga sebaliknya untuk kendaraan dari GT Malang ke Singosari, Lawang, Purwodadi atau Pandaan lewat jalan tol, di gerbang tol keluar tetap wajib membayar tarif tol yang diperhitungkan dari GT Pakis. Sehingga tarif (Rp.0,-) hanya berlaku untuk perjalanan Pakis-Malang dan sebaliknya.

Seksi Pakis-Malang merupakan Seksi terakhir dari Jalan Tol Pandaan-Malang yang dikelola oleh PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) yang memiliki lima Seksi sepanjang 38,48 km. Seksi I Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,47 km, Seksi II Purwodadi-Lawang sepanjang 8,05 km dan Seksi III Lawang-Singosari sepanjang 7,10 km. Selanjutnya Seksi IV Singosari-Pakis sepanjang 4,75 km dan Seksi V Pakis-Malang sepanjang 3,11 km.

"Sebelumnya, pada 13 Mei 2019 telah dioperasikan Seksi I sampai III dan dilanjutkan pengoperasian Seksi IV pada tanggal 1 November 2019. Dengan dioperasikannya kelima Seksi hari ini, maka Jalan Tol Pandaan-Malang telah beroperasi penuh," ujar Agus Purnomo, Direktur Utama PT JPM.

Agus menambahkan, jika sebelumnya untuk menuju ke tengah kota Malang melalui GT Pakis kemudian keluar melalui jalan arteri Ki Ageng Gribig memakan waktu sekitar 30 menit. Kini dengan tersambungnya jalan tol Pandaan-Malang dari GT Pakis keluar GT Malang membutuhkan waktu hanya 10 menit. [Adi/Ari]

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar