ITB Bantu Jokowi Bikin Sistem Pendukung Mobil Otonom di Ibu Kota Baru

Berita Otomotif

ITB Bantu Jokowi Bikin Sistem Pendukung Mobil Otonom di Ibu Kota Baru

JAKARTA – Proyek Ibu Kota baru masih tetap dipertahankan di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Salah satu rekan pemerintah pusat dalam pengembangan sistem transportasi di Ibu Kota baru yang ‘ramah’ mobil otonom adalah Institut Teknologi Bandung (ITB).

Rektor ITB Reini Wirahadikusumah, di dalam konferensi pers plus diskusi virtual mengenai kerja sama riset antara 4 universitas dengan Kementerian Perhubungan, mengatakan kolaborasi antara mereka dengan pemerintah pusat tidak hanya menyangkut riset transportasi di masa ‘new normal’ (normal baru) pandemi Corona saja. ITB akan membantu dalam waktu yang cukup lama.

“Kerja sama Kementerian Perhubungan dan Perguruan Tinggi khususnya ITB ada tiga tahapan. Jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang,” ucapnya pada 2 Juni 2020 dalam siaran langsung via akun YouTube Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub.

Dalam jangka menengah, salah satu tugas ITB akan membantu pengembangan Ibu Kota baru. Salah satu universitas negeri terbaik di Tanah Air tersebut bakal berkontribusi dalam pengembangan bandara pintar (smart airport) plus kendaraan otonom (autonomous vehicle).

Sekadar mengingatkan, Presiden Joko Widodo menargetkan perpindahan Ibu Kota Indonesia pada 2024. Jakarta, Ibu Kota saat ini, akan digantikan oleh Penajam Paser Utara serta Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Jokowi, sapaan Joko Widodo, menginginkan agar suksesor Jakarta kelak menjadi sebuah kota yang pintar serta canggih. Hal ini ingin diwujudkan dalam konsep gagasan Nagara Rimba Nusa yang hijau dan ramah lingkungan.

Dalam sektor transportasi, Jokowi ingin Ibu Kota baru menggunakan mobil listrik maupun mobil otonom yang tak memerlukan sopir. Malahan, ia ingin hanya dua teknologi itu yang digunakan.

“Sangat hijau, green city, smart city, compact city, autonomous city. Karena yang kita gunakan nanti autonomous vehicle dan electric vehicle di kota, selain itu tidak boleh," jelasnya dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020 pada Januari silam.

Mobil otonom, agar dapat berjalan dengan baik, memerlukan infrastruktur yang rapi, komprehensif, dan terawat. Salah satu contoh kecilnya adalah adanya berbagai rambu lalu lintas maupun marka jalan yang jelas terlihat agar bisa dibaca oleh sistem mobil otonom. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar