Isuzu Panther Riwayatmu Kini

Berita Otomotif

Isuzu Panther Riwayatmu Kini

JAKARTA - Belum ada kepastian sampai kapan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) akan meremajakan atau melakukan facelift bahkan model change dari Isuzu Panther. 

Tak bisa dipungkiri, Isuzu Panther memiliki sejarah panjang di Indonesia. Kendaraan berjenis Multi Purpose Vehicle (MPV) ini sempat merajai pasar kendaraan tujuh penumpang berbahan bakar diesel. Mobil ini juga dikenal sangat tangguh dan irit konsumsi BBM.

Pada era 90-an mungkin Anda masih ingat Pak Made tokoh di iklan TV Isuzu Panther. Ia mengklaim  saking irit konsumsi solarnya, cuma butuh Rp 44 ribu jika ingin mudik ke Bali dari Jakarta dengan menggunakan Isuzu Panther. 

Isuzu Panther sendiri pertama kali dijual di Indonesia sejak 1991. Dengan model kotak proporsional yang khas, MPV ini mengusung mesin diesel 2200cc OHV indirect injection. Dan selang beberapa tahun, muncul mesin dengan sistem direct injection.

Terkenal tangguh, irit BBM, mudah dan murah perawatan, Isuzu Panther terus tumbuh serta semakin diminati masyarakat di indonesia. Populasinya juga semakin berkembang berkat kehandalannya melibas berbagai macam kondisi jalanan. 

Memasuki era 2000-an, Rajanya Diesel ini kemudian bertransformasi kebentuk lebih modern atau yang dikenal dengan Panther kapsul. Dan kemudian disusul dengan penggunaan mesin diesel turbo.

Pada era model kapsul, beberapa facelift terjadi hingga muncul Panther generasi keempat pada tahun 2005. Dan sejak saat itu praktis tidak ubahan berarti. Paling-paling hanya terjadi facelift super ringan yang dilakukan pada interior dan oranamen eksterior hingga pintu belakang. 

Tuntutan untuk menghadirkan generasi paling baru atau kelima dari Panther terus berdatangan, khususnya dari para pengguna, penggemar dan anggota komunitas Panther. Mereka mendesak pihak AIMI untuk segera menghadirkan model terbaru.

Menanggapi hal tersebut, Joen Budiputra selaku Direktur Pemasaran AIMI mengatakan pihaknya telah berbicara dengan prinsipal di Jepang.

"Beberapa bulan lagi kami akan ke Jepang untuk membicarakan hal ini (Panther). Mereka sebenarnya sudah mengembangkan Panther baru sejak 2015, namun belum jelas kapan akan diluncurkan. Kami akan katakan kepada mereka bahwa jika sudah dipastikan untuk produksi, kami minta supaya Indonesia juga kebagian," ujar Joen saat kami temui di Jakarta.

Kendala Isuzu Panther di Indonesia dikatakannya terdapat di regulasi aturan penggunaan bahan bakar. Di sini aturan untuk menggunakan standar Euro 4 baru akan dimulai pada 2021. AIMI juga mendesak agar pihak prinsipal menghadirkan desain model baru Panther lebih agresif agar mampu bersaing dengan kompetitor.

"Kami juga mendesak agar mereka mau men-switch dari Euro 4 ke Euro 2. Supaya sesuai dengan kondisi di Indonesia. Kami juga katakan agar desain baru Panther nantinya harus lebih menantang. Karena di sini tidak hanya digunakan sebagai kendaraan tapi gengsi," lanjut Joen.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai penggunaan mesin dan segala fitur yang akan diusung. Pria ramah tersebut enggan menjelaskan lebih lanjut.

"Belum tahu akan diproduksi di mana. Selain Thailand, Panther juga diproduksi di China. Baru-baru ini ada di India kemudian Vietnam," pungkasnya.

Menurut Mobil123.com, untuk melakukan model change atau peremajaan besar-besaran pada Isuzu Panther memang bak berhadapan dengan buah simalakama bagi IAMI. Jika melakukan ubahan yang signifikan sudah barang tentu akan melambungkan harga jual dari Isuzu Panther. 

Mungkin dengan harga barunya nanti, para pengguna tradisional Panther akan berpikir ulang untuk membeli generasi terbaru. Jika hari ini ini saja harganya sudah dimulai dari Rp 259,5 juta hingga Rp 313,5 juta, berapa harga yang ditawarkan jika sudah menggunakan model, mesin dan fitur terbaru?.

Bukan tidak mungkin di masa depan Isuzu Panther akan bersaing dengan saudaranya Isuzu MU-X. Dan ini artinya akan pula bersaing dengan kompetitor di kelas yang lebih tinggi bersama Toyota Fortuner hingga Mitsubishi Pajero Sport.

Pendek kata Isuzu Panther terbaru nantinya bakal memiliki posisi pasar yang berbeda dengan generasi keempat ini. Dan hal lainnya lagi, IAMI hanya bisa mempertahankan Panther generasi keempat hingga pemerintah memberlakukan soal regulasi emisi EURO 4 saja. 

Namun itu pun masih tanpa batas waktu yang pasti karena belum ada kejelasaan dari pihak pemerintah. Hingga saat ini, Panther generasi keempat memang mengalami penurunan penjualan dari mulai sekitar 5.000 pada 2012 turun menjadi 1.259 unit di 2016. Dan pada 2017, IAMI menargetkan penjualan Panther sebesar 2.065 unit. Hal ini terjadi bisa ditengarai karena model yang tak ada perubahan selama 12 tahun dan juga harga yang mulai merangkak tinggi.

Dari kondisi ini, Mobil123.com berandai-andai, alangkah serunya jika IAMI mengikuti jejak PT Toyota Astra Motor (TAM) saat mengup-grade posisi Toyota Kijang. Dengan strategi jitu, Kijang naik kelas, bertransformasi menjadi lebih canggih dan diberikan embel-embel nama Kijang Innova. 

Sementara pembeli Kijang sebelumnya yang tidak bisa naik kelas terakomodasi dengan Toyota Avanza. Seandainya IAMI melakukan hal yang sama kemudian melansir adik dari Isuzu Panther  bermesin diesel kompak dengan kelengkapan turbo, pasti ceritanya bakal seru.

Bagaimana nasib Pather di masa mendatang?, tunggu kabar berikutnya. [Dew/Ari]

Temukan mobil idaman di Mobil123          
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 

 



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.

Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual